Skip to main content

The Opening Of My Thought...

firenederland.podbean.com
Apa yang kamu pikirkan saat tidak ada sesuatu pun yang bisa anda kerjakan selain, tidur, makan, mandi, nonton, sedikit bersih-bersih, heuh apa lagi ya..umm mungkin "membandingkan"...apa yang terjadi saat anda membandingkan hidup yang terasa pasif dengan kondisi teman anda yang hidupnya begitu aktif...mungkin akan terlintas di benak anda "oo, enak banget sie jadi dia ya, di banding aku", "yah, pingin deh kayak dia juga", "apa yang harus ku lakukan?"...mungkin kalimat kedua dan ketiga bisa mengerucut pada suatu konsepsi diri yang positif, "self motivation" tentunya dengan usaha-usaha yang mengarah pada apa yang dia lihat atau apa yang dia inginkan dalam hidupnya.
Dengan perbandingan yang dilakukannya sedikit banyak akan membangkitkan dia dari tidurnya dan membuka matanya pada realitas yang ada. The Sleepy Man (Manusia yang tertidur) akan terbangun saat menyadari materi di sekelilingnya bergerak menjauh. Begitulah, terkadang saya merasa hidup ini perlu diguncangkan agar tersadar dari kontemplasi yang absurd.
Saya memang tidak begitu jago menulis, saya juga mungkin tidak sepintar orang-orang yang ada di sekeliling saya, tidak juga bernasib baik seperti mereka, namun saya hanya memiliki beberapa pengalaman pahit dan bodoh serta beberapa pendapat yang mungkin bisa mengguncangkan pemikiran. Well, setiap orang itu unik, dan seunik-uniknya seseorang, dia pasti belajar dan terpengaruh oleh lingkungannya.
pict taken by juan.blogdetik.com
Umm lalu apa yang ada dalam pikiran saya saat ini..banyak..bercabang...dari mulai..kapan saya akan mendapat pekerjaan, kapan saya menikah, kapan saya punya rumah sendiri, dll...semuanya kapan ya..tapi saya mulai merubah pemikiran itu dengan mengganti kapan dengan "bagaimana cara" or "how to do it", sehingga kata tersebut akan membawa saya pada langkah-langkah yang pasti. Jika terus berpikir kapan, lama-lama saya jadi enek dan imbasnya saya jadi malas untuk memikirkannya lagi.

Bagaimana merubah semua kondisi yang tak pasti ini menjadi terlihat lebih pasti ya. Yang jelas no more kata kemalasan, betul khan, so, saya mulai merancang hidup saya, sama seperti melakukan Mind Mapping. Saya akan memulainya dari membaca, kok membaca, karena saya merasa untuk maju saya perlu sedikit ilmunya.  Setelah beberapa pengalaman pahit yang saya lalui, saya perlu sebuah referensi atau kata-kata bijak yang memotivasi saya untuk bisa melakukan hal yang lebih baik lagi. Dari situ lah semuanya akan berawal. Bukan hanya membaca secara kontekstual namun juga membaca lingkungan. Saya sering merenung, mengapa orang-orang begitu semangat mengejar impiannya hingga dia lupa akan kulitnya, mengorbankan yang paling penting bahkan tega menindas mereka yang lemah.
Saya sering bertanya pada diri apa sebenarnya makna kesuksesan dan kebahagiaan. Apakah kemajuan kita merugikan orang lain atau tidak, apakah tanpa sadar perilaku yang kita perlihatkan menyakiti perasaan orang lain.

Semua orang pasti ingin berbuat baik bagi sesamanya, namun terkadang tanpa kita sadari, apa yang kita lakukan baik itu, tidak baik imbasnya pada orang lain. Kita terbatasi oleh standarisasi nilai-nilai di masyarakat. Pernahkah berpikir bahwa ke individualisan kita lahir bukan karena diri kita sendiri tapi bentuk dari pengaruh lingkungan yang memaksa kita untuk mencari makna hidup melalui upaya-upaya pribadi seperti misalnya mengejar karir, menonton televisi, atau berbelanja.

Ada satu pertanyaan yang membuat saya bingung untuk menjawabnya, achievement apa yang pernah kamu raih selama ini, well, sudah saya nyatakan tadi bahwa saya bukan orang yang pintar dan banyak mendapatkan prestasi yang prestigious di masyarakat, saya tidak punya piala kejuaraan, selain juara 1 di kelas pada saat SMU, olimpiade matematika SMP hanya keluar sebagai peserta bukan juara, mungkin yang sedikit masih bisa di ingat saat mendapat bantuan beasiswa PPA dari UPI, namun itu pun bukan hanya saya, teman yang lain juga banyak yang mendapatkannya. So, apa yang membuat saya bangga? well, saya hanya merasa bangga saat merasa di butuhkan oleh orang lain, itu saja. hee, contohnya ada deh, malu untuk di tulis di sini.

Namun, semua yang pernah saya alami, pahit dan manisnya, tentu harus di syukuri, yup memang terkadang saya masih mengoceh dan mengoceh pada Tuhan, tapi begitulah manusia harus selalu di ingatkan, sedikit mengutip formula dari pak Mario Teguh UPAYA = DOA+TINDAKAN, jadi jika sudah berdoa jangan malas lagi tapi bertindaklah supaya ada hasilnya.

Kebersamaan dan kerjasama membuat lebih baik
Satu hal lagi yang ada dalam pikiran saya saat ini adalah, bahwa bentuk kesyukuran yang paling tinggi menurut saya adalah saat kita pun ingin membuat orang lain  maju dan sukses, sehingga hal itu akan membuat kita tetap rendah hati, tidak tinggi hati. Jika kita hanya memikirkan kesuksesan sendiri, maka bagaimana nasib orang lain yang tidak mampu memberdayakan dirinya. Jika hal ini terus terjadi, maka yang kaya akan semakin kaya dan yang miskin akan semakin miskin. Mensharing ilmu, maupun pengalaman, memotivasi satu sama lain merupakan pupuk yang akan menjalin kebersamaan dan persaudaraan, sehingga tidak ada lagi yang merasa tertindas. Bukan persaingan keindividualistikan yang dimunculkan tapi bagaimana bisa membuat seluruh masyarakat merasa lebih baik..^^

Comments