Skip to main content

Renungan...#postaday2011


Bila kau memandang segalanya 
dari Tuhanmu yang menciptakan segalanya
yang menimpakan ujian, yang menjadikan sakit hatimu,
yang membuatkan keinginanmu terhalang serta menyusahkan hidupmu,
pasti akan damailah hatimu kerana masakan (tak mungkin) Allah
sengaja mentakdirkan segalanya
untuk sesuatu yang sia-sia.
Bukan Allah tidak tahu derita hidupmu, retaknya hatimu tapi 
mungkin itulah yang Dia mahukan kerana Dia tahu
hati yang sebeginilah selalunya
lebih lunak dan mudah untuk akrab dan dekat denganNya..

Ana Uhibbuka Fillah 

betapa semua ini pasti ada hikmahnya...amien...selalu bimbinglah jalanku Y Allah..
Tulisan ini juga untuk "mengingatkan" bahwa jika seseorang berkata ataupun menulis tentang hidup saya bahwa "what a pity your life right know, karena lebih baik memiliki pekerjaan meskipun punya pasangan/pacar, daripada punya pasangan tapi belum memiliki pekerjaan". Lihat betapa ego manusia terlihat dari kalimat itu. dia tidak pernah bisa memahami, bahwa kehidupan ini, baik itu musibah, kegagalan, belum mendapat pekerjaan ataupun sudah, memiliki pasangan atau belum, semua itu di atur oleh Allah. Jangan merasa bangga dengan apa yang telah kau miliki, dan merasa yang kau miliki itu segalanya. Allah Maha Tahu mana yang terbaik untuk seseorang jalani saat ini. Meskipun katamu "itu tidak baik", belum tentu menurut Allah, begitu juga sebaliknya meskipun katamu itu "yang terbaik", belum tentu menurut Allah itu baik. Bisa jadi apa yang kau miliki saat ini, justru itu adalah ujian untukmu. Jangan pernah mengatakan hal itu lagi, jangan berperilaku seperti ingin menyombongkan diri, saat kau mengatakan itu, apakah kau tak pernah menyadari bahwa secara tidak langsung kau juga telah menghina dan merendahkan apa yang telah Allah berikan pada orang lain, dan menganggap itu buruk, sungguh lalai dan zalim dirimu itu. Kau boleh mengatakan "kontrol dulu dirimu sendiri sebelum orglain", sekarang lihatlah dan berkacalah dengan "kaca" Allah, sudah baikkah dirimu?  Semoga hatimu yang paling dalam, menangis membacanya dan terbuka, tersadar akan apa yang telah kau ucapkan pada saudaramu sendiri. Aku sudah minta maaf padamu, meskipun permohonan maaf ku hanya kau anggap angin lalu. Tapi Allah Maha Tahu, teh. Allah tahu bagaimana perasaan yang teraniaya oleh ucapanmu itu. Dan aku tahu Allah Maha Adil, Maha Mengetahui SegalanNya, pintaku semoga Allah cepat-cepat memberikan hidayah padamu, menyadarkan kesalahanmu dan memperbaikinya..God knows the pain..sungguh aku tak kuasa dan merasa tak berdaya Y Allah dgn kata-kata itu, seolah-olah, aku begitu hina dan rendah di matanya, tapi tak apa-apa, yang jelas saya sudah minta maaf, dan sisanya itu adalah tanggung jawabnya kepadaMu Y Allah, bantulah hambaMu yang teraniaya ini Y Allah, karena Kau tau yang sesungguhnya, aku tak pernah merendahkannya, meskipun dulu aku pernah kesal, tapi dia tak pernah tahu, bahwa aku datang ke kostnnya dengan baik, bersilaturahmi, justru untuk menghilangkan perasaan negatif ku sendiri, lalu kenapa dia berubah dan tiba2 berbuat dan berkata seperti itu, Y Allah. Y Allah, hanya Engkau yang tahu segalaNya. Bagi ku yang terpenting, jangan sampai hina di depan Tuhan, Allah Yang Maha Penyayang... 

Comments