Skip to main content

Between me, my father, my brothers and "what, so?"

Beberapa hari yang lalu saya menonton acara Favorit saya setiap hari minggu, Mario Teguh di metroTV. Kali itu pembahasannya berkaitan dengan sikap kita terhadap cinta. Ada satu quote dari beliau yang menyatakan bahwa "Wanita yang terbaik, tidak akan kau miliki, karena dia terlalu mandiri, maka jangan kau menyakiti perasaannya" (hee, semoga tidak salah mengutipnya). Pembahasannya yang lain saya bisa mengerti, tapi untuk quote yang ini saya agak bertanya-tanya. Kalau begitu, wanita yang tidak mandiri tidak patut di cintai?wanita gampangan?, saya mempersepsikan wanita yang mandiri itu dengan wanita yang sudah bekerja, wanita yang sudah bisa membiayai kebutuhan pribadinya sendiri, sekolah dengan uang sendiri, ngekost sendiri, tinggal jauh dari orangtua, atau misalnya sudah menikah. Lalu saya mulai bertanya-tanya, "berarti gue bukan wanita yang mandiri dongs??, hidup masih sama orangtua, pekerjaan ada lah, meski belum tetap, baru magang sebulan jadi pengajar, keinginan bekerja kuat banget, soalnya biar bisa beli apa-apa sendiri, tidak perlu minta orang tua lagi, tapi masih serumah sama orang tua, gmn dongs,  pacar punya, setia, serius menuju pernikahan, amieen, meski belum terlaksana, rencananya akan melanjutkan sekolah lagi tahun ini, meski masih di bantu oleh orangtua (coz, pekerjaanku masih belum jelas sampe sekarang, padahal sudah melanglang buana sampe yogya and sumatera, belum di kasih aja), makan masih bareng-bareng sama orang tua, begitupun yang lainnya, tapi tidur and mandi ya ngga laah...heuheu,,,nah, lalu apakah orang seperti saya ini, bisa dikatakan wanita yang belum mandiri??

Ada seseorang yang sangat bangga sekali dengan apa yang dia capai sekarang, hingga dia menyebut dirinya "nih lihat aku wanita yang sudah mandiri"...seolah-olah memandang remeh pada wanita lain yang masih belum punya pekerjaan, masih tinggal dengan orangtua, suka dianter sama pacarnya, sekolah masih di biayain orangtua, dll. Benarkah sikap seperti itu??? Apakah wanita yang seperti tadi kondisinya benar-benar tidak mandiri dan tidak layak untuk dicintai atau untuk mendapatkan pria yang terbaik???

Lalu, malam itu saya langsung bertanya pada ayah saya yang kebetulan juga menonton acaranya MT.
"Pa, jadi kalau begitu saya bukan wanita mandiri dan tidak layak untuk di cintai pria yang terbaik dong pa? karena saya belum bekerja, belum menghasilkan uang sendiri, dll."   My father laugh at it "hahaha, ya ngga begitu lah teh, mandiri itu ngga selamanya berarti punya uang sendiri, punya kerja, mandiri yang dimaksud dalam Mario Teguh, yang papa tangkap adalah seperti ini, kemandirian berarti juga artinya mampu bersikap baik terhadap orang lain, bagaimana kita bisa membuat orang lain nyaman dengan kita, mencintai kita, sehingga orang melihat kita adalah wanita yang mandiri, wanita yang mampu berpikir dan memilih mana yang terbaik bagi dirinya, meski dalam kondisi tersulit sekalipun, hingga orang lain pun jatuh hati padanya, gitu loh teh"

"ooo, bener pa seperti itu?, kalau gitu menurut penilaian papa your daugther sudah mandiri belum? hehehe" I asked him again.  "ya iya teteh sudah mandiri, dengan teteh tau apa yang ingin dikerjakan dan apa yang terbaik saja itu sudah mandiri loh, mandiri tidak hanya semata-mata sudah punya kerja, masalah pekerjaan itu lain, itu mah tergantung ridho dan rezeki dari Allah, dengan teteh belum di beri pekerjaan pun, ada pelajarannya khan, membuat teteh mengetahui suatu hal ttg mana yang terbaik, tdk menyerah, berusaha memperbaiki diri, itu juga suatu kemandirian dalam berpikir,  lagi pula sudah terlihat dalam diri teteh ada kemauan yang sungguh besar untuk bekerja, papa tau teteh selalu berusaha, artinya tidak diam, meskipun belum dapat, ya itu tidak apa-apa, yang jelas dgn teteh ingin bekerja saja itu sudah menunjukkan sikap kemandirian menurut papa". Sebagai anak merasa lega mendengar penjelasan dari papanya ini, tapi kemudian, muncul lagi pertanyaan dalam kepalanya...

"hmm, papa, tapi..tetap saja ada perasaan malu pa, gmn ya...orang lain khan tetep aja melihatnya belum mandiri...karena yang dilihat oranglain khan, dari luarnya, sudah bisa menghasilkan apa, sudah bekerja dimana, dll, pusing deh pa, umur sudah makin tua, heuheu"....."tenang saja teh, orang tidak akan pernah tau, bagaimana sebenarnya perjuangan dan usaha kita, yang penting semua kita lakukan untuk yang terbaik di depan Allah, bukan di depan manusia, orang-orang mah pasti bilang gitu, yang sukses pasti dipuji, kalau udah ngga sukses ya di tinggalin, pasti nanti juga ada, yg penting skr teteh tau mana yang baik dan mana yang buruk, papa saja dulu sempat melalui masa-masa pahit, tapi papa bersyukur saja, karena tanpa melalui masa sulit itu, mungkin papa tidak menjadi sperti sekarang, pasti ada teh, ngga usah malu, biarin aja, berdoa saja yang baik"...

"oke deh pa, umm satu lagi pa, kalau misalkan seseorang sudah bekerja, dia merasa sudah cukup mandiri, dan dia juga merasa dirinya pantas di cintai oleh orglain karena kemandiriannya, tapi yang dia lakukan adalah membuat orang-orang disekitarnya menjadi tidak nyaman untuk dekat dengan dia, perilakunya terlalu dingin, kadang menjadi tidak peduli pada orang lain, bahkan dia memohon-mohon pada orang yang dicintainya, agar mau mencintainya, bagaimana itu pa?"

tiba-tiba ade saya ikutan nimbrung, ternyata dia dengar and he said "ya ngga lah, itu namanya cewe ngga mandiri, masa minta2 cowo suka atau perhatian sama dia, cowo juga malah jdi ilfeel kali teh'...and I said "hoaaa, really"...
"kalau sikap yang seperti itu, namanya bukan kemandirian diri teh, tapi kepongahan diri, kita sudah merasa baik, jadinya pongah, seharusnya tidak seperti itu, justru sebaliknya ketika kita sudah bekerja, mnjdi lebih baik perilakunya pada orang lain, lebih mengerti dan memahami orglain, nauin diri lah, y kalau orang yang seperti itu harus bersama dengan orang yang "tinggi" lagi memang, karena jika ia bersama dengan orang yang dibawah dia, bisa jadi di injak-injak teh"

and the last word from my brother 'teh, kalau kata ade mah, yg penting teteh tau dulu apa itu mandiri, apa yang baik buat teteh, nanti juga berjalan dengan sendirinya, teteh itu cuma satu, keliatan belum percaya sama keyakinan diri teteh sendiri, padahal kata ade, kamu teh pinter, geulis kamu teh teh, cuma kurang pede, teteh udah tau mana yang bener buat teteh, tapi kadang masih kelihatan takutnya"....(whoahahaha,,tidak menyangka he can said that, but arigatou so much..,.memang seperti itu juga yg terkadang aku rasakan...hihihihi...dewasa juga my brother,,,,jempol deh..)

"nih, teh, layaknya ngga teteh di cintai, khan sudah ada yang mencintai teteh, malah mau serius sama teteh, itu artinya berarti si cowo itu sudah bisa melihat "kemandirian" dan "kebaikan" yang ada dalam diri teteh dan jika dia memang jodoh teteh, berati dia adalah yang terbaik buat teteh, dan juga artinya teteh layak untuk dicintai. Apapun kekurangan dia, jgn berpikir seperti org yg pongah teh, lbh baik dicintai dripada mencintai, tapi juga bkn berati dipaksakan, saat kita dicintai, artinya org tersebut benar-benar mau bersama dgn kita, menghormati kita (ingat, tapi yg memang mencintai dgn serius, keseriusan bisa di lihat dgn "pengajakan ke dlm tanggung jawab yg lbh besar, yaitu pernikahan ya teh), dan saat itu kita tinggal meminta pada Allah, semoga kita pun bisa mencintainya dengan baik dan benar. Memang yang paling sempurna adalah, memiliki semuanya, mandiri dalam berpikir, mandiri juga dalam ekonomi, namun semua itu proses teh, pasti akan menuju kesana...dan papa yakin teteh pasti bisa lebih baik"...(sayang ngga ada *tring-nya, hehehehe)

Humm, well...I am very clear that night, ngga cemas, galau, and gelisah yang ga penting lagi gara-gara pemahaman "mandiri" ini. Sekarang saya lebih mengerti...mandiri tdk semerta-merta seperti yang saya persepsikan di awal, memang pada dasarnya, sebagai manusia, tanpa di tuntut pun, akan selalu muncul perasaan untuk bisa mandiri. Namun demikian, kita juga mahluk sosial yang tidak akan pernah luput dari kebutuhan akan bantuan orang lain, sewaktu-waktu kita juga butuh orang lain. Namun, juga tidak berarti, mandiri menjadi pribadi yang cuek, jaim, masa bodoh,atau pongah, justru sebaliknya, saat kita berusaha menjadi individu yang dicintai oleh orang lain karena kebaikannya, disitulah kita MANDIRI....bertanggung jawab dan mengetahui mana yang benar....terima kasih bangeet nget nget for my beloved father's and brother who give me some valuable advance for me...haa yokatta...arigatou GOD...
Memang, saya juga merasa belum bisa mandiri seutuhnya, yang jelas seperti papa saya tadi bilang, semua itu proses, pasti kita akan sampai, yang penting kita sudah tau bagaimana berpikir mandiri dan bertanggung jawab sendiri...semoga lancar kedepannya..amien..jadi Dont Judge The Book By its Cover Yaaa...

Kemandirian tidaklah sama dengan kebebasan berpikir dan kebebasan bertindak.
Kemandirian bukan pula berarti bebas dari ketergantungan orang lain – karena manusia adalah makhluk sosial.
Kemandirian berarti adalah kedewasaan berpikir dan bertindak. (I just Copy this from nowhere, intinya tdk pula manja, tdk pula terlalu cuek, yg jelas hrs... dewasa..I like it)
 So guys, kemandirian menurut loe apa..??

Comments