Skip to main content

A journey to Heaven #Umroh I

 Bissmillah...

Allahu Akbar Alhamdulillah...Great Thanks to Allah SWT, has gave me a change to visit His Sacred Home in Mekkah and Madinah. Through the journey of Umroh, I had the opportunity to capture some picture there. So many stories I want to share, and I admit that there are many good things happened in my journey, alhamdulillah. But, the important thing is through this journey, I hope it can bring a happinnes, goodness, blessings, and benefits for me and all, more beter than before..amiin Ya Rabbal Allamiinn...


Its begin with bismillah....and its end with...blessing...Allahu Akbar....

Benar-benar suatu kebesaran Allah, tadinya saya tidak pernah merencanakan untuk Umroh, bahkan bermimpi pun tidak sama sekali. Kalau kedua orang tua saya, memang dari setahun sebelumnya sudah merencanakan untuk umroh. Kabar itu pun saya dapat sebulan sebelum pemberangkatan. Tiba-tiba orangtua saya menawarkan saya untuk berangkat umroh bareng. Awalnya saya bilang pada papa "bener nie pap, emang ada biayanya pa?" hehehe, karena yang saya tau, papa dan mama sudah menabung cukup lama untuk bisa berangkat umroh, jadi saya pikir mendadak sekali ya. Lalu papa saya menjelaskan...alhamdulillah di luar rencana, ternyata papa mendapat bagian/jatah dari tempat kerjanya untuk umroh, dan karena papa tidak mungkin berangkat dua kali dalam satu bulan, jatah papa dari tempat kerjanya di limpahkan kepada anaknya. Oleh karena itu, papa langsung menawari saya untuk ikut saja umroh bersama mereka berdua. Tentunya siapa yang tidak mau, pergi berumroh dan mendatangi rumah suciNya. brrrrr...hampir gemetar waktu mendengar kabar itu. Alhamdulillah....sujud syukur...

Akhirnya beberapa prosespun harus di lalui, dari bikin pasport, membuat kartu kuning, di suntik vaksin, dan mempersiapkan pakaian. Kalau laki-laki tidak perlu repot karena baju ihram akan diberikan oleh travel perjalanan umrohnya (itu jika anda menggunakan jasa travel namun jika anda pergi sendiri, berarti harus dipersiapkan semuanya sendiri). Sedangkan perempuan, setidaknya harus memakai baju yang menutup aurat, mukena, kaos kaki, baju panjang, kerudung, dll. Ada beberapa kerudung, mukena, tas hingga koper yang diberikan dari travel, serta kain batik yang harus di pakai agar seragam semua. Oya, kami berangkat menggunakan jasa pelayanan perjalanan umroh bersama Gema Jaya, PT Musfiratur, kantornya berada di Jakarta Selatan. 

Dari semua proses, yang agak merepotkan adalah saat membuat pasport di kantor imigrasi. Mengantri luar biasa, dari jam tujuh pagi baru beres jam tiga sore. Subhanallah, tapi saya anggap semua proses itu juga adalah dalam rangka ibadah, satu rangkaian proses umroh yang harus di lalui. Jadi, di nikmati dan di resapi saja, meskipun pegel, cape, ngantuk, apalagi saat di suntik vaksin, saya kira tidak akan sakit, ternyata pegal dan linu banget ampe dua hari kesemutan rasanya tangan saya, hehehe. 

Sebelum berangkat, kami juga mendapat bimbingan terlebih dahulu jauh hari sebelumnya dari ustad dengan mengadakan pengajian dan manasik bersama. Ini juga merupakan salah satu pelayanan yang diberikan dari travel Gema Jaya. Alhamdulillah, terima kasih Y Allah, memberikan kemudahan dalam menjalankan umroh ini lewat bantuan dari para staff dan terutama sekali para ustad yang ada di Gema Jaya. Dalam manasik tersebut, kami diberikan pengetahuan atau ilmu terlebih dahulu tentang apa dan bagaimana umroh. Karena jika kita berangkat umroh atau haji tanpa ilmunya, rasanya akan hampa dan jadi bingung. Karena segala sesuatu itu harus dengan ilmunya. Dengan ilmu insyaallah ibadah kita akan lebih mendasar dan yang paling penting kita ngga "culang cileng" disana harus ngapain aja, hehehe. 

Sebenarnya Umroh itu bukan semata-mata pelesir atau jalan-jalan, tapi sungguh bernilai ibadah yang juga penting dan utama. Bedanya dengan Haji, dalam umroh kita tidak melaksanakan wukuf di arafah dan tidak melempar Jumroh. Thawaf dan Sai tetap dilakukan, begitupun dengan Tahalul (mencukur rambut).
Yang perlu kita persiapkan adalah, tata-cara serta rukun dan syarat sahnya Umroh, bagaimana cara berthawaf, melakukan Sai, dan lain sebagainya. Ada buku khusus dan juga biasanya di sediakan oleh travel yang bersangkutan jika memang anda pergi dengan menggunakan jasa travel. Buku itu isinya sudah lengkap, dari doa-doa apa saja yang diucapkan saat thawaf  7 kali, apa yang harus dilakukan sebelum berangkat ke Tanah Suci, doa saat melewati Maqom Ibrahim, doa antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad, dan masih banyak lagi. Yang jelas, saat thawaf itu kita tidak boleh kentut, kalau kentut batal dan harus ngambil wudhu lagi, sedangkan di sana tempat wudhu jauh sekali. Tapi kalaupun batal, kita bisa mengambil wudhu di tempat air Zam Zam.

Syarat Wajib Haji/Umroh itu diantaranya ada lima, yaitu :
1. Islam,
2. Baligh (Dewasa),
3. Berakal Sehat,
4. Merdeka (Bukan Budak), dan
5. Istita'ah (mampu)
Setiap orang yang belum memenuhi syarat tersebut belum wajib untuk berhaji/umroh.


Pokoknya, indah dan sungguh nikmat beribadah di sana, pingin sekali berkali-kali ke sana, tiap tahun sekali kalau bisa, hehe amiien. Jya, ini lah dia...sulaman pengalaman indah saat berada di Rumah Allah SWT yang suci dan mulia..


Diawali dengan keberangkatan dari Rumah di kampung halaman, Bumi Asri, Cijerah. Awalnya sempet mau mundur berangkat, kenapa, soalnya menstruasi aku saat itu masih belum bersih, tambah lagi agak ga enak badan, tapi, niat pingin berangkat dan ibadah, humm Bismillah. Akhirnya alhamdulillah bisa berangkat juga. Kita satu rombongan kira-kira 20 orang dari bandung, berangkat jam satu pagi tanggal 23 Maret dengan bus ke Bandara Soekarno Hatta Jakarta. Yuhuu kita berangkat...tapi waktu itu bener-bener lagi ga enak badan...yang ada tidur sepanjang bus, hihihi. Akhirnya kurang lebih jam empat subuh udah nyampe di bandara. Disana kita menunggu sambil istirahat, sholat, makan cemilan, foto-foto, dan tidur-tiduran ;p. Waktu itu kebetulan saya belum bersih-bersih, and masih sedikit worried sie, takutnya belum beres, khan sayang banget ga bisa thawaf, udah jauh-jauh ke Mekkah..untungnya, jadwal acara kita tidak langsung ke Mekkah tapi ke Madinah dulu. Huff alhamdulilah, berarti masih ada waktu untuk bersih-bersih di Madinah:).
Di bawah ini beberapa foto saat berada di bandara Sukarno-Hatta. Ini adalah pengalaman pertama saya menaiki pesawat terbang. Dan pertamanya naek pesawat langsung ke Mekkah, alhamdulillah Y Allah..




my pap, my moms, and me @airport soekarno Jkt
@Indosat Longue - sukarno airport

Me and My Moms
That's the plane that gonna take us to Jeddah, fly with Lion Air
Me and My Father


my moms and my pap..
rombongan Gema Jaya
ci luk baa...;p

Never see the plane before,,so this is the first...eh kok ada tong sampah lewat, wkwkwk





Eng Ing Eng..inilah pertama kalinya naek pesawat dan masuk ke dalam bandara..ahahaha...kasian ya...ooh ternyata di periksa di bagian imgirasi kaya gitu ya...semua tas di periksa, nah, tas yang aku jinjing kena deh, terus di minta di buka sama petugasnya. Hahaha ternyata pemirsa, kita tidak diperkenankan membawa air minum lebih dari 100ml, aku bawa yang ukuran besar, dan kebetulan di tas aku ada pembersih muka bekas tadi subuh cuci muka, untungnya pas 100ml, jadi boleh di bawa lagi, huff. Saat selesai pemeriksaan tas, bapak petugasnya bilang "de, air minumnya di minum saja dulu di sini, sayang kalau terbuang", dalam hati saya bilang "ah bapak tadinya itu mau dibawa ke dalam pesawat, kalau di minum di sini, saya bisa beser berat nanti", hehe..akhirnya sudah saja saya katakan pada bapak petugas "gpp pak, buat di sini saja, buat bapak juga boleh, hehe". Pengalaman nie nanti, kalau lewat pemeriksaan jangan bawa air aqua kegedean ya. Hoho..tapi masih mending di Indonesia di suruh minum dulu, di Jeddah ada loh yang langsung di buang, air zam-zam pula, waduh. Sebenarnya gimana milik sie, kalau yang ngga ketauan ya lolos lolos aja. Nanti akan saya ceritakan pengalaman saya waktu di Bandara Jeddah ya, di term yang lain. Sekarang kita ikuti  saja yang satu ini ;)


Dijadwalkan bahwa pesawat kami akan berangkat pukul 11.45 WIB, oh iya, ada yang ketinggalan, saat umroh, di bandara kita akan selalu di tanya terutama di Bandara Jeddah (Arab Saudi), siapa mahromnya, nah kalau yang sudah bersuami isteri, otomatis mahromnya isteri ya suaminya. Kalau anak seharusnya ke ayahnya sendiri. Namun, saat umroh kemarin, ada kesalahan teknis, ternyata setelah melihat di visa saya, mahrom saya bukan nama Papa, tapi Bapak Tajudin, ahahaha, kok bisa ya ;p.  Untungnya udah kenalan duluan sama bapak Tajudin ini, jadi ya tidak apa-apa lah, tapi anehnya ada teteh lain yang malah mahromnya papa, haaa kok jadi kebalik gini ya..hihihi..ya ambil hikmahnya aja deh, mungkin supaya kita juga bisa berbaur dengan yang lain, tidak bersama-sama terus dengan papa dan mama, hee. Bismillah aja pokoknya, sambil terus beristigfar dalam hati.  

Fungsi mahrom bagi yang datang ke Arab Saudi untuk berumroh/haji adalah sebagai penanda, siapa yang bertanggung jawab atas diri kita, dan mahrom ini pasti laki-laki. Nanti di bandara Jeddah, mahrom harus terus berada di dekat yang di mahrominya. Peraturannya begini, saat tiba di bandara Jeddah, mahrom laki-laki harus berdiri di depan perempuannya atau yang di mahrominya. Hal ini untuk penjagaan saja, jika terjadi sesuatu. Di arab saudi, kita harus sangat berhati-hati terutama perempuan, apalagi saat akan menggunakan taksi, peraturannya selalu sama, kalau mau naik, laki-laki harus duluan masuk mobil, perempuan di belakangnya. Sedangkan saat mau turun, perempuan yang duluan keluar, laki-laki belakangan. Pernah terjadi penculikan pada jamaah Indonesia, entah saat kapan dan bukan jamaah Gema Jaya, saya hanya diberitahu oleh ustad, bahwa ada jamaah laki-laki yang duluan turun dari taksi, sedangkan isterinya di belakangnya, tiba-tiba sang sopir langsung menancapkan gasnya dan membawa kabur isterinya tersebut, sampai sekarang wallahu alam belum ditemukan. Oleh karena itu, kenapa perempuan harus selalu didahulukan dan di lindungi, agar kejadian seperti itu tidak terjadi lagi. Nah, nanti saat akan pulang kembali ke tanah air, jangan lupa peraturan mahrom ini. Saat Pulang, di bagian imgirasi, perempuan baris di depan mahromnya. Jangan Terbalik ya. hehe. Biasanya bagi perempuan yang pergi kesana sendirian dalam arti belum memiliki suami atau tidak bersama ayahnya, nanti akan ditentukan mahromnya terlebih dahulu sebelum berangkat, bisa dari travel yang menentukan atau kita sebelum berangkat mencari dulu siapa yang mau jadi mahrom di antara jemaah yang sama-sama berangkat. 


Dalam perjalanan ini kebetulan mahrom saya bukan papa (yaa karena ada kesalahan teknis dari travelnya, hoaa, but its okay,  nanti jg disana bisa bareng terus,,) akhirnya saya berpisah dengan papa dan mamah saat masuk ke ruangan imigrasi.  Dan di dalam pesawat pun kita duduknya terpisah, karena sesuai dengan nomor seat yang tertera di tiket masing-masing, papa dan saya memiliki boarding pass warna kuning, sedangkan mamah warna cokelat. Jadi lumayan cukup jauh tempat duduknya. Kita bisa menukar kursi duduk kita, tapi nanti setelah take off dan pesawat sudah ada di udara. Karena kalau kita memaksakan untuk tukar tempat duduk saat pertama kali masuk ke dalam pesawat, selain tidak tertib, juga merepotkan petugas dan bisa menyebabkan pesawat kesulitan untuk mengudara, saking terlalu banyak orang yang lalu lalang dalam pesawat. Jadi di mohon kerja samanya saja. hehe. Setelah semuanya duduk tenang di kursinya masing-masing sesuai dengan nomornya, baru deh, papa tukeran tempat sama orang lain. Akhirnya, kita bertiga pun bisa duduk berbarengan. ;)
this is my boarding card (halaah, yg kayak gini aja di foto ya,wkwkwk)
Baru pertamanya ngerasain take off pesawat, deg deg deg, awalnya biasa aja sie, tapi kerasa banget getarannya ya..Ngga bikin jantung copot kok, tapi kupingku aduh sakit pisan, asa conge, udah mah lagi batuk-batuk jadi makin ketark-tarik kupingnya. Setelah mengudara, akhirnya nyaman juga yah, ngga kerasa apa-apa geningan di dalam pesawat teh, malah asa ngga bergerak, tapi justru semakin tak berasa gerakannya, pesawat itu sedang bergerak dengan cepatss.  
Dengan mengucapkan doa bersama semua awak kapal dan di pandu oleh ustad, akhirnya kita berangkat juga menuju jeddah, dengan lama perjalanan kurang lebih 8 jam. Mantaps. Ada perbedaan waktu antara Arab Saudi dan Indonesia. Di kita lebih cepat 4 jam, jadi kalau pesawat berangkat dari Indonesia jam 12 WIB, di Jeddah masih jam 8 Pagi, subhanallah, pantas saja saat berangkat dan sampai di Jeddah, masih tetep siang benderang ya, karena hitungannya kalau di sana masih jam 8 pagi berarti kita sampai sekitar jam 4 sore. Tapi kenyataannya jam 15.30 waktu Saudi kita sudah sampai di bandara Jedah. Alhamdulillah. 
Nah, di dalam pesawat, kita di beri makan dua kali, padahal udah kenyang banget, humm, 8 Jam perjalanan bukanlah perjalanan yang singkat. Sambil baca, tiduran, dan sesekali sempat mengabadikan moments saat di atas pesawat :)
pemandangan dari atas...wow so perfect..


setelah berada di atas daratan saudi arabia, beda banget ya, gurun pasir...

haaaha udah ga karuan tu kerudung...want to take a bath...
Selama di atas pesawat tidak diperkenankan untuk mengaktifkan HP jadi take shootnya pake kamera pocket aja deh..yang jelas selama di pesawat itu pegel banget, yaah, tapi karena menyadari bahwa perjalanan itu semata-mata dalam rangka beribadah pada Allah, so, nikmati saja semua prosesnya...amieen..tinggal menunggu sampai nie...:p

Diatas adalah video yang sempat saya rekam saat  berada di atas dataran Arab Saudi. Daratan yang kecokelatan ini, hampir seluruhnya ditutupi padang pasir. Wow sangat berbeda dengan dataran yang ada di Indonesia ya.

Mau tau cerita berikutnya setelah sampai di Bandara Jeddah dan bagaimana perjalanan panjang sampai ke Madinah...ikuti terus ya tulisan berikutnya..

Comments