Skip to main content

Journey to Heaven#Umroh Part II

Labbaik allohuma umrotin...

 Alhamdulillah akhirnya sampai juga di Bandara Jeddah, setelah 8 jam berselancar di udara. Pertama waktu itu kebelet pingin pipis, ahahaha, plus efek dari landing pesawat masih sangat terasa dengan tak seimbangnya pendengeran. Tips: saat take off dan landing, bagi anda yang tidak tahan dengan getaran pesawat, tutup saja kuping anda dengan kapas atau cukup dengan tangan anda, dan sering-seringlah menelan ludah. ;p

Cop cop, setelah turun dari pesawat, kami di jemput dengan bus seperti busway, dan mengantarkan kami langsung ke bandara, tempat kami akan di periksa pasport dan juga barang bawaan.
Setelah menunggu beberapa menit di bandara, mengantrilah kita untuk di cek pasport bersama dengan mahromnya masing-masing (penjelasan mengenai mahrom bisa di baca di tulisan ini). After that, menunggu lagi untuk di cek koper. Kami harus mencari koper kami masing-masing diantara tumpukan koper lainnya.
Aha, akhirnya ketemu juga, koper saya, mamah dan papa. Setelah itu, tinggal mengantri lagi untuk di scan. Beres di scan, bertemu lagi dengan petugas yang menyuruh kita untuk menunjukkan visa. Saat giliran saya menyerahkan pasport pada petugas, I said "thank you sir", "O yea, your welcome" sambil senyum-senyum agak keheranan  melihat saya, mungkin katanya, "anak ini kecil sekali", ahahaha;p.
 
ini waktu nunggu giliran di scan koper
Jya, selesai sudah pencekkan di bandara, sekarang tinggal menunggu perjalanan berikutnya. Saat keluar dari ruangan imigrasi bandara, anda akan menemukan suatu ruangan yang cukup besar, sebenarnya berbentuk outdoor, namun atap-atapnya dirancang sedemikian rupa sehingga membentuk seperti kubah, terlihat cantik, rapih dan bersih, dan juga luas. Terdapat beberapa kursi untuk duduk para pendatang, warna kuning dan broken white terlihat lebih dominan.

beberapa tempat duduk berwarna kuning

atapnya yang berbentuk kubah

tempat wanita sholat

haha duduk di tangga, ngehalangin orang nie,,ckck

Akhirnya kita harus menunggu hingga magrib. Bus berikutnya akan mengantarkan kita ke Madinah. Tempat Rasululloh Tinggal hingga wafatnya. Bismillah.

Saat Perjalanan menuju Madinah, batuk dan sakit nelennya hampir parah, sepanjang jalan saya hanya tertidur, bahkan saat waktunya makan malam, sungguh tiada selera. Jadi makanan boxnya tidak habis, hee maaf. Mari kita menunggu saja, semoga cepat sampai di hotel, dan saya bisa cepat-cepat mandi..hehe..saat itu di Jeddah telah menunjukkan pukul 7 malam. ZzzzzzZzzzzz....

Tik Tok Tik Tok

Bus pun berhenti, aah sudah sampai rupanya. Saat turun saya merasa "wow, dimanakah ini". Pandangan mata saya tak berhenti melihat gedung-gedung yang tinggi menjulang di sepanjang jalan itu. Rasanya asing tapi juga hommy, ya hampir sama dengan kebanyakan orang saat bertemu dengan tempat yang baru. Ada rasa courious.
Lorong depan hotel kami menginap
Dari seberang hotel kita bisa melihat menara Masjid Nabawi

Well, setelah kami masuk hotel yang bernama Mubarak Al Madinah dan setelah menemukan koper masing-masing, akhirnya kami di bagikan kunci kamar. Melalui rapat dan konsolidasi malam itu, heuheu, akhirnya saya satu kamar dengan mamah, bu titi, dan teh dewi di lantai 9, kamar 929. Jya, langsung masuk kamar, mandi, keramas, bersih-bersih, dan karena saat itu sudah menunjukkan pukul 3 pagi waktu Madinah, akhirnya kita semua langsung turun ke bawah, dan sholat malam di Masjid Nabawi sampai subuh. Hmmm subhanallah...nikmatnya Y Allah....

Hey, sampai di sini dulu ya ceritanya...nanti akan saya ceritakan lebih detail lagi apa saja yang terjadi selama di Madinah dan di Masjid Nabawi. Kalau pingin liat gimana kondisi kota madinah (sebenarnya cuma seputar hotel doang, heuheu, di bawah ada sedikit cuplikannya, dan sebenarnya video ini lebih menggambarkan kehebohan ibu dan anaknya, wkwkwk), tonton saja ya di bawah ini...:) yang nulis mau sholat magrib dulu ya...alhamdulilah...

video

Comments