Skip to main content

Herbie Movie in Fenomenologis


Gejala permainan yang dialami oleh seseorang adalah ketika ia benar-benar merasa senang, tanpa memikirkan sesuatu yang kaku, sepert halnya pekerjaan atau mengerjakan tugas. Bermain berati badan kita ikut masuk ke dalam permainan itu.
Salah satu kasus yang dapat dipelajari berkenaan dengan fenomena permainan ini adalah saat kita melihat seorang anak kecil yang sedang bermain lompat tali. Ketika ia melompat, dibantu dengan kedua temannya yang memegang tali, ia merasa sangat senang, badannya ikut melompat, seakan-akan mengikuti ayunan gelombang dari tali tersebut. Dirinya seakan tambah bersemangat, terlihat dari senyumannya yang riang. Ia melakukannya dengan penuh kenikmatan, badan yang kuat, sehat, dan siap untuk bermain. Ia melakukannya tanpa menginginkan sesuatu atau karena ingin mendapatkan pujian dari teman-temannya. Dia melakukannya hanya semata-mata karena ingin bermain. Inilah yang disebut sebagai permainan.
Akan terlihat sangat berbeda, jika seseorang yang sedang sakit, lelah dan capai, kemudian ia bermain, maka ia tidak akan bisa bermain dengan utuh, karena orang yang bermain, badannya harus rileks dulu. Anak kecil yang sedang sakit tidak akan bisa bermain jika badannya sakit atau lelah.
Ada  satu film yang bisa menggambarkan bagaimana gejala permainan ini bisa muncul. Salah satu Film berjudul Herbie, yang dibintangi oleh Lindsay Lohan, menceritakan kisah seorang wanita yang menyimpan bakat sebagai pembalap mobil (car racer). Sering kita lihat bagaimana semangat dan antusias para pembalap di arena balapan untuk mendapatkan kemenangan. Semuanya berlomba untuk menjadi nomor satu. Film ini pun menunjukkan bagaimana perilaku kita saat menyikapi masalah antara keinginan hati dan kesadaran sebagai seorang pembalap yang sejati. 
Suatu hari ketika Lindsay membeli mobil yang bernama ”herbie”, ia tidak yakin akan keamanan mobil tua tersebut, karena saat sedang mengendarainya, tiba-tiba saja ”herbie” bergerak sendiri. Pada awalnya ia akan mengembalikan ”herbie” pada si penjual. Tapi satu peristiwa yang tidak bisa dipercayai terjadi padanya. Tanpa sengaja, LIindsay melihat sendiri bagaimana kaca spion “Herbie” menggores mobil mewah milik Trip, seorang pembalap yang sedang terkenal saat itu di lingkungannya. Otomatis Trip marah dan mengajak lindsay untuk bertanding dengannya. Lindsay tak mau mengambil resiko, karena sudah lama ia tak pernah bermain ” car racing”. Namun, keanehan terjadi ketika tiba-tiba ”herbie”, mengambil alih setir dan bergerak ke arah lapangan balapan. Akhirnya mau tidak mau lindsay harus menerima tantangan dari Trip. Tak di sangka lindsay yang pertama kali mencapai garis finish, padahal selama ini Trip selalu menjadi pemenang dalam setiap perlombaan.
Trip tidak pernah menerima kekalahannya, karena ia merasa tidak mungkin seorang Trip ”pembalap yang hebat” dikalahkan hanya oleh seonggok mobil tua (Herbie) dan pembalap amatir seperti lindsay. Akhirnya pada kesempatan yang lain, Trip menantang lindsay kembali untuk bertanding dengannya dalam sebuah ”race” betulan. Ia ingin membuktikan bahwa dirinya masih menjadi pembalap nomor satu. Tak disangka ternyata ”herbie” bisa melewati beberapa sesi pertandingan, hingga akhirnya kali ini tinggal Lindsay dan Trip. Sebelum diadakan pertandingan antara Trip melawan Lindsay, Trip mengajukan sebuah ”deal” atau perjanjian dengan lindsay, jika lindsay bisa memenangkan pertandingan besok, maka ia akan mendapatkan mobil balapan ”pink” yang lebih canggih, dan jika ia kalah, maka mobil ”herbie” akan menjadi milik Trip. Tanpa di sangka Lindsay menyetujuinya. Dan percakapan mereka berdua terdengar oleh ”herbie”.
Keesokannya, saat pertandingan dimulai antara Lindsay dan Trip, lindsay tak dapat mengejar Trip, lalu ia berbicara pada ”herbie”,  ”ayo herbie kejar trip, aku ingin mobil pink itu”. Saat ia berucap seperti itu, tiba-tiba saja ”herbie” berhenti dan ia memundurkan lindsay ke belakang dan kalah. Tak bisa di percaya, lindsay harus menerima kekalahan saat ini. Akhirnya dengan berat hati ia harus menyerahkan herbie pada Trip, karena perjanjiannya menyebutkan demikian.
Lindsay menyadari kesalahannya, dan ia membujuk Trip untuk mendapatkan kembali ”herbie”nya. Sebelum terlambat ia segera mengambil herbie, meskipun keadaannya telah hancur karena Trip menjualnya pada pengrusak mobil tua. Sedih melihat keadaan herbie, tiba-tiba saja adiknya datang dan mengatakan pada lindsay bahwa ia harus kembali ke ”balapan”, karena adiknya terluka dan tidak bisa ikut dalam perlombaan, oleh karena itu ia membutuhkan kakaknya lindsay untuk menggantikannya.
Akhirnya ”herbie” kembali ke lapangan dengan keadaan yang lebih baik, body mobil dan mesin yang bagus. Ketegangan terjadi di arena balapan, terutama lindsay harus kembali bertemu dengan Trip. Hingga akhirnya lindsay bisa melewati mobil-mobil di depannya. Saat lintasan terakhir dan detik-detik menuju finish, oli mobil ”herbie” sangat terbatas, dan ”herbie” tak mungkin bisa bertahan, padahal waktunya tinggal sebentar lagi. Saat itulah lindsay mengatakan pada herbie ”saat ini adalah saat yang paling menentukan, namun aku lebih baik tidak menang dalam perlombaan ini daripada harus kehilanganmu, herbie”. Saat itu lah, seakan-akan herbie tersambung dengan perasaan lindsay dan maju dengan mantap, mereka bermain bersama dengan sepenuh hati. Hampir mendekati garis finish ternyata Trip yang terobsesi untuk memenangkan lomba ini ia tidak senang dengan kedatangan lindsay dan mobilnya, akhirnya ia menabrak ”herbie” dan lindsay menancap gas mobilnya dan mobil Trip terjungkir. Akhirnya lindsay dan ’Herbie” bisa mencapai garis finish.
Dari film ”herbie” di atas, satu hal yang dapat kita analisis, bahwa apa yang dilakukan oleh lindsay dan mobilnya ”herbie” pada bagian terakhir adalah sebuah gejala permainan. Saat dimana ia menyadari bahwa untuk menjadi seorang pembalap sejati ia harus bermain maksimal dengan sepenuh hatinya, bagaimana ia bisa saling bekerja sama dengan ”herbie” dan yang paling penting adalah ia melakukannya dengan hati yang tenang, ”fill in” dengan permainan / balapan yang sedang dilakukannya, tanpa memikirkan trophy atau reward apapun. Kemenangan bagi dirinya pada saat itu adalah ketika ia bisa bermain total dan masuk ke dalam ”race” serta menikmatinya. Adapun trophy yang didapatkannya adalah sebagai efek samping dari apa yang dilakukannya.
Hal ini sejalan dengan fenomena permainan, bahwa ketika bermain, kita harus bisa menggerakkan seluruh tubuh /badan dan ikut masuk ke dalam permainan itu, tanpa ada maksud atau tujuan tertentu.
Lindsay telah membuktikannya, saat ia melakukan permainan itu untuk mendapatkan yang lain, ia tak berhasil bekerja sama dengan ”herbie”. Karena sesungguhnya letak permainan yang sesungguhnya ada dari ketidaksungguhannya, karena permainan yang di persungguh bukan permainan lagi. Trip yang terlalu terobsesi dengan kemenangan dan juara, akhirnya ia malah tidak berhasil, karena permainannya telah berubah menjadi  sebuah pertandingan yang tidak sehat. Permainan apapun itu, bermain basket, bermain peran akan beda rasanya, jika kita melakukannya dengan totalitas, kesungguhan, dan badan kita ikut masuk ke dalamnya, dibandingkan bermain hanya sekedar untuk mendapatkan penghargaan, reward, pujian dan lain-lain. Karena kadang kala jika hanya itu yang kita inginkan, kita bisa melakukan berbagai cara untuk mendapatkannya, walaupun itu harus menyakiti orang lain. Tapi, permainan yang sesungguhnya tidaklah seperti itu. 
so, hidup itu bukanlah persaingan dude, tapi nikmatilah hidup seakan-akan kau bermain dengan penuh kebahagiaan tanpa meminta satu balasan apapun, begitu juga saat kita beribadah padaNya, berbuat penuh keikhlasan, berbuat yang terbaik, tapi bukan karena menginginkan materi tapi semata-mata hanya karenaNya....

Comments