Skip to main content

Forgive and Help

Begitu sulitnya kau ucapkan kata maaf ataupun memaafkan dan begitu ego-kah dirimu hanya sekedar untuk meminta tolong, bahkan pertolongan yang kau dapatkan dari orang lain kau anggap sebagai bentuk pamrih.. Ya Tuhan apa yang salah dengan kata maaf dan tolong...

Maaf  sebuah kata yang sederhana tapi penuh makna, ia adalah kata yang dapat mencairkan segalanya, bahkan hati yang beku sekalipun dapat mencair dengan sebuah kata "maaf yang tulus". Semua manusia di dunia ini saya kira tidak ada yang tidak luput dari kesalahan, karena manusia adalah tempatnya salah dan khilaf, nobody's perfect.
Bahkan pemimpin dan guru terbesar umat manusia pun, Muhammad SAW, pernah melakukan kesalahan dan langsung ditegur oleh Allah SWT. Waktu itu beliau memalingkan pandangannya dari seorang yang buta bernama Abdullah bin Ummi Maktum yang sedang ingin belajar tentang islam kepada Rosul, namun pada saat itu abdullah sedang menjamu para pembesar suku Quraisy, dan Rosul memalingkan wajah serta bermuka masam padanya. Saat itu juga Allah langsung menegur Rosul, yang teguranNya diabadikan dalam Al-Quran surat ke 80' Abasa.

Kalau seorang Nabi dan Rosul yang telah dijamin hidupnya oleh Allah untuk terjaga dari dosa dapat melakukan kesalahan, apalagi kita yang hanya manusia biasa, yang dipenuhi oleh dosa dan sering melakukan kesalahan, tapi mengapa begitu sulit mengucap kata "maaf" dengan tulus?...
Mungkinkah karena mengucap kata "maaf" membutuhkan keihklasan yang luaar biasa bagi yang mengucapkannya atau karena anggapan kita selama ini bahwa meminta maaf sama dengan menunjukkan diri ini kalah, lemah dan tidak berdaya..?? bahkan kita tidak pernah sadar bahwa sebenarnya kita salah dan lupa untuk meminta maaf.
Jika memang seperti itu, begitu kerdilnya jiwa ini...Padahal sebenarnya orang yang meminta maaf pertama kali lebih mulia di mata Allah. Meminta maaf akan menumbuhkan rasa kasih sayang di antara sesama. Meminta maaf dapat menyambungkan kembali silaturahmi dan dapat membabad habis permusuhan.

Di sisi Allah orang yang meminta maaf dengan tulus kepada orang lain adalah orang yang rendah hati dan tidak sombong. Mengapa sering kali kita sulit mengucapkan kata maaf, atau jika kita sudah meminta maaf pada orang lain dengan tulus, orang tersebut belum bisa memaafkan kita sepenuhnya.
Kesombongan seringkali menjadi alasan mengapa kita tidak mau mengucapkan maaf. Kita sering tidak sadar karena sudah merasa "tidak salah", karena kedudukan yang kita miliki, karena kesuksesan yang telah kita raih, karena harta dan pangkat, membuat kita "enggan" mengucap maaf. Apakah kita tidak sadar bahwa sifat kesombongan inilah yang membuat syaithan enggan sujud kepada Nabi Adam.
Kesombongan dapat menghalangi seseorang untuk masuk ke dalam surga, meskipun kesombongan itu sekecil biji sawi. Sabda Rosul:
"tidak masuk surga orang yang di dalam hatinya ada kesombongan meskipun hanya sebesar biji sawi" (HR. Muslim).
Sesungguhnya meminta maaf dan memaafkan dapat menghilangkan rasa sombong yang ada dalam diri karena secara tidak langsung membuat diri kita menerima keadaan sebagai mahluk yang tidak mungkin luput dari kesalahan. Meminta maaf tidak langsung membuat kita "kalah", justru kita "menang" dalam melawan ego kesombongan.

Lalu bagaimana jika kita sudah meminta maaf namun orang tersebut belum dapat memaafkan sepenuhnya diri kita. Allah pun mengajarkan bahwa :
"Orang yang bersabar dan memaafkan sesungguhnya (perbuatan) yang demikian itu termasuk hal-hal yang diutamakan" (Asy Syura:43).
Jangan mengeluh karena orang belum bisa memaafkan kita, yang penting kita sudah meminta maaf, memaafkan atau tidak itu bukan urusan kita, yang jelas Allah lebih suka pada pribadi yang mau meminta maaf meskipun itu bukan kesalahannya, dan itu jauuh lebih mulia di sisi Tuhan dan Memaafkan itu juga mulia di sisiNya


Bagaimana dengan kata Tolong salahkah kita meminta tolong dan memberikan pertolongan pada orang lain??...padahal manusia itu adalah mahluk sosial, dimana ia tidak akan lepas dari bantuan orang lain. Bahkan saat nanti kita meninggal, sudah menjadi mayat, siapa yang akan menghantarkan jasad kita kepada perisitirahatan terakhir kalau bukan bantuan dari orang lain..?

Mengapa kata "tolong" pun begitu sulit diucapkan bagi mereka yang sudah memiliki kedudukan sosial yang tinggi. Padahal kedudukan dan kesuksesannya itu tidak berpengaruh apa-apa bagi Tuhan. Tuhan hanya membedakan manusia dari tingkatan ketaqwaanya saja.  Justru saat kita meminta tolong pada orang lain, bukan menunjukkan bahwa kita lemah, bukan, tapi itu sebuah kesadaran bahwa kita sadar dengan kelemahan dan kekurangan yang kita miliki, tolong membuat kita bisa menerima diri sendiri apa adanya,  tau apa yang bisa kita lakukan sendiri dan yang tidak. Mengapa begitu tingginya ego kita hingga kita tidak mau dibantu dan mengucap tolong pada orang lain, bahkan ketika ada orang lain yang menolong kita,  kita anggap itu sebagai "pamrih". Kita juga tidak mau khan, ketika kita menolong orang lain, kemudian orang lain itu mencap kita pamrih, bagaimana perasaannya, pasti tidak enak..
Sebagian orang terkadang karena merasa dirinya mampu, hingga ia tidak mau meminta tolong, karena jika meminta tolong, jatuhlah harga dirinya, dan itu salah besar. Kesombonganlah yang dekat dengan kita saat kita merasa seperti itu.

Apalagi ketika ada orang yang datang kepada kita dan meminta tolong dan kita mampu untuk menolongnya, wajib hukumnya bagi kita untuk menolong orang itu. Tolong menolong bukan hanya dalam bentuk materi, kita selalu terjebak dalam persepsi materi sebagai bentuk pertolongan, namun sebenarnya bukan itu saja, dan tergantung pada situasi, ketika kita melihat seorang anak yang menderita dan sedih ditinggal oleh ibunya, maka perhatian, senyuman dan semangat bisa menjadi bentuk pertolongan yang berharga bagi anak itu. Ketika kita melihat pengemis yang kelaparan,  maka bantuan makanan dan uang sangat berharga bagi mereka. Semua manusia pasti akan dan pernah berada dalam posisi meminta tolong, dan menolong orang lain. Jangan acuhkan itu.
Jika kita terbiasa hidup saling tolong-menolong, maka akan terasa indah, Allah SWT berfirman:
"...Dan tolong menolonglah kamu dalam mengerjakan kebajikan dan taqwa, dan janganlah tolong menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan" (QS. Al-Maidah: 2)
 Rosululloh SAW pun mengajarkan:
"tolonglah saudaramu yang menzhalimi dan terzhalimi", lalu sahabat bertanya "menolong yang terzhalimi memang kami lakukan, tapi bagaimana menolong orang yang berbuat zhalim?", Rosul menjawab, " membantu mencegahnya dari terus menerus melakukan kezhaliman itu berarti engkau telah menolongnya". (Bukhari&Ahmad)

Jadi kesimpulannya, ada beberapa hal penting yang dapat diambil:
1. Saat ada yang berbuat tidak baik atau zhalim pada diri kita, janganlah dibalas dengan kejahatan atau
kezhaliman yang serupa, tapi balaslah dengan kebaikan (memaafkan dan menjegah dia melakukan kesalahan yang sama).
2. Jangan terlalu egois untuk mau meminta maaf duluan, karena kita tidak pernah tahu apakah kita melakukan kesalahan atau tidak, jadi lebih baik minta maaflah. Minta maaf tidak membuat mu rendah dihadapan orang yang kamu mintai maaf (kecuali orang aneh yaa, yang merasa, kalau ada orang minta maaf sama dia, dia langsung melambung tinggi dan dalam hatinya bilang "tuh kan, emang iya sie elo yang salah, ngaku juga akhirnya kesalahan elo selama ini"....ckckckck,,,kalau ada orang yang kayak begini ni...harus diapain coba..???, ngga ngefek berarti ya,,hmmm)
3. Jangan juga terlalu ego untuk mengucap kata "tolong", itu wajar karena semua orang butuh pertolongan.
4. Jangan hanya karena kesombongan pada kemampuan diri sendiri "merasa mampu" dan "merasa tidak bersalah" akhirnya membuat kita lupa meminta maaf dan mengucap tolong...hehehe...

So, untuk diriku sendiri...inget ya ghie, sabar aja kalau ada orang yang belum bisa maafin kesalahan kamu sepenuhnya, yang penting kamu udah minta maaf duluan, sekarang jangan gampang terpengaruh dengan segala apa yang dia lakukan, jika memang ternyata apa yang dia lakukan hanya sebatas untuk membuatmu makin merasa bersalah dan memojokkanmu, Forget it Oce...ada Tuhan dan orang-orang yang selalu mencintai kita dan mereka selalu membukakan tangannya untuk menolong dan mendoakan kita semua"..aamiin...

Teruslah tatap masa depan dengan Bijaksana dan penuh Optimis tanpa harus Mengeluh :)
Ganbatte!!


With Love 


Ghie'

Comments