Skip to main content

Teruslah Mendayung...

Terjatuh...kemudian terdiam dan melanjutkan perjalanan. Pernahkah kau terjatuh dan terjatuh hingga membuatmu enggan untuk bergerak lagi??

Adakalanya kita salah memutuskan sesuatu, salah dalam bersikap, salah dalam "memahami sesuatu", salah  dalam menanggapi, hingga merasa "terperosok" dan "tersesat" inside and out of self...

Haruskah kita terus dan terus menerus menoleh ke belakang dan menjadi manusia penuh "penyesalan", sedangkan waktu tak akan pernah bisa kembali. Penyesalan hanya akan dan selalu menjadi "bayang-bayang semu" yang tidak bisa kita kejar kembali. "Nasi telah menjadi bubur", yah begitulah istilahnya, apa yang bisa kita lakukan jika semuanya telah terjadi.


Perlukah aku menangis..? Jika kau ingin menangis, menangislah...
Perlukah aku menyalahkan "mereka"..? Tak perlu...toh setiap orang memiliki ruang masing-masing untuk menyerap dan merenungkan perilaku dan kesalahannya masing-masing...
Perlukah aku ntuk menyesali ?.....menyesalah...dan menyesal lagi...
Perlukah aku ntuk menoleh ke belakang?....teruslah berjalan maju...jangan berjalan mundur...

Ada satu cerita yang terinspirasi dari tulisan Fahd Djibran's "Berjalan" .
Ini tentang sebuah kontemplasi seorang murid dan gurunya :

Aku sudah melakukan kesalahan. Apa yang harus aku lakukan untuk menebusnya?” Demikianlah pengakuan seorang lelaki pada Sang Guru Sufi.

Apakah kau merasa bodoh?” Tanya Guru Sufi.

Tidak, Guru. Tapi aku menyesal.

Lakukanlah kesalahan itu lagi.

Si lelaki tersintak, bagaimana mungkin ia melakukan lagi kesalahan yang sudah sangat disesalinya? “Aku tidak mungkin melakukan kesalahan yang sama, Guru. Hanya orang bodoh yang melakukannya.”

Apakah kau merasa bodoh?

Tidak, Guru. Tapi aku menyesali apa yang sudah aku lakukan.

Lakukan lagi kesalahan itu.” Kata Guru Sufi.

Kenapa aku harus melakukannya lagi?

Kau harus mengerti bahwa kau bodoh telah melakukan sesatu yang pada akhirnya akan kau sesali.

Si lelaki terdiam. “Tetapi aku sudah terlanjur melakukannya, Guru. Aku tak mau melakukannya lagi.

Belajarlah. Jika kau belum mengerti, kau akan melakukan kesalahan lagi. Tetapi itu wajar. Sebab tak ada satupun manusia yang bisa berjalan tanpa terlebih dahulu terjatuh, bukan? Tetapi, teruslah berjalan. Kapanpun kau merasa pintar, kau akan terjatuh—melakukan kesalahan. Maka teruslah merasa bodoh, sebab kau harus terus belajar.

Si lelaki terdiam.

Jadi, apa yang harus aku lakukan sekarang, Guru?

Apakah kau merasa bodoh?

Ya, Guru.” Lelaki itu tertunduk lesu.

Guru Sufi tersenyum, “Berbahagialah, sebab Tuhan akan mengampuni kesalahan orang bodoh.

Si lelaki tersenyum bahagia. “Apa yang harus aku lakukan untuk berterima kasih pada Tuhan, Guru?

Berjalan.”

Note:
*menjadi orang bodoh lebih baik, daripada terus menerus merasa pintar, karena saat kita merasa "pintar", tak sadar kita terjatuh dan melakukan kesalahan...merasa menjadi "bodoh", kita akan terus menerus belajar dan ternyata Tuhan akan mengampuni dosa orang yang bodoh :p *

Add caption

Teruslah Mendayungg....dan berlabuhlah di tempat yang terindah....
Peace..Wassalam...
With Luve Ghie....

Comments