Skip to main content

Mahluk itu bernama...Galau..?


Ketika hatimu gundah, sadari satu hal..."kapan terakhir kali kamu berbicara dan mengadu kepada Tuhan? Jika sudah terlalu lama, siap-siap hatimu menjadi galau"... (By Burung Motty)

Galau...wujud apresiasi manusia yang menghitamkan, mengacaukan dan membusukkan alam pikiran. Galau mewujud saat pikiran, hati dan gerak motorik tak sinkron lagi. Lalu, apakah galau itu suatu benda? mahluk hidup? atau hantu...?

Galau memang tak bisa diraba, tapi ia bisa dirasakan. Galau juga tak bisa dilihat oleh mata telanjang, tapi ia terlihat pada mata-mata yang juga "menggalaukan". Galau itu berbeda-beda, wujudnya bisa tak sama satu sama lain. Bisa kotak, bulat, segitiga atau seperti amoeba. Yah, kalau begitu Galau itu apa...?

Jika memang Galau itu sesuatu yang mengacaukan, mengharu biru, dan bahkan bisa mengebiri ke eksisan manusia, tak teraba, tak terlihat dan bisa berbeda-beda bentuknya, lalu apakah Galau itu adalah suatu persepsi tentang rasa...? Jika iya, Galau temannya rasa pahit atau manis..?

Sama halnya seperti pahit, asam dan manis. Darimana kita bisa mengatakan kalau obat itu rasanya manis atau pahit. Seolah-olah secara langsung kita bisa menentukannya, tanpa harus dipelajari terlebih dulu. Galau juga begitu bukan..? tanpa disadari kita bisa menebak dan membaca "oh diriku sedang galau".

Semrawut, acak-acakkan, gelisah, tak keruan, cemas, bete, cemberut, marah, apakah mereka itu sahabat-sahabatnya Galau..? ummm Galau bisa punya teman....?

Yah, berbicara tentang Galau, seperti membicarakan tentang anak kutu dalam rambut, yang jika di-pencet tidak berbunyi, tapi bentuknya ada, dan bersarang semaunya. Galau juga bisa bersarang, terkadang dia seperti laba-laba yang siap mencengkram kapan pun dia mau. Galau itu bisa putih atau hitam, tapi dia juga bisa merah, kuning, atau pink. Dia juga tak tahan jika hidupnya di "main-mainkan" atau di "lempar" sana-sini. Galau bisa menggandakan dirinya, dan dia bisa loncat, lalu menularkannya pada yang lain. Jadi, Galau itu kutu loncat ya...? mungkin juga, tapi ia seperti spider yang selalu membawa "kaca pembesar" yang dapat menunjukkan "wujud" asli seseorang.

Dear Galau,
meskipun dirimu menurut banyak orang adalah suatu kekusutan pikiran yang mencengkeram dan mengaburkan suasana, namun menurutku kau adalah kutu sekaligus batu loncat. Ya, kutu loncat yang apabila sedang hinggap di kepala, membuatku garuk-garuk seharian hingga gila, dan kau juga batu loncat, karena kehadiranmu, membuat ku bisa pindah ke tempat yang lebih "tinggi". Di sana aku bisa melihat diriku melalui kaca pembesar yang kau berikan. Saat itulah aku bisa tahu kalau diriku punya lubang yang sangaaat besar dan jerawat merah yang tanpa disadari sudah bersarang bertahun-tahun di jidatku. Kau adalah batu loncatan yang membawa ku ke "langit" yang lebih tinggi, pada "rumah dan tanah" yang lebih nyaman.

Tak selamanya Galau itu buruk. Kamu bisa memulai sesuatunya menjadi lebih baik dari Galau yang tiba-tiba mengetuk pintu rumahmu. Meskipun untuk menghadirkan kebaikan, tak perlu lewat sang Galau. Kita bisa menangkis agar Galau itu tak sering-sering datang. Caranya gampang tinggal taruh saja "tameng terkuat" yang kamu miliki. Aku selalu menyebut "tameng" itu dengan cahaya, bisa dari senter, korek api, lilin, api unggun, lampu neon, atau cahaya matahari, dan saranku pilihlah cahaya yang paling terang yang tak akan pernah habis dan pudar oleh apapun, hingga bisa menyilaukan dan sekaligus memperpendek waktu "berkunjungnya" sang Galau.

Dari Galau kau bisa memulai semuanya, kamu bisa mulai untuk bersabar, membangun tembok raksasa ajaib, menulis buku terhebat sepanjang masa, membuat karya terindah dan masterpiece, membentuk kerajaan domestik ataupun internasional, bahkan kamu bisa membangun sebuah rumah indah dari kristal di atas air di surga. Jadi, jika sewaktu-waktu Galau menghampiri, tak perlu takut, jadikan ia batu loncatan dan "pengusir" cermin "burukmu". Lama kelamaan kau akan tersadar, ternyata sang Galau dihadirkan oleh Tuhan, karena DIA ingin melihat "setangguh" apa dirimu menghadapi kutu-kutu gila yang selalu menghisap dan menggerogoti "kepalamu". Kata terakhir, jangan sampai kepalamu botak karena sang Galau ya ^^...

Nice Quote from Motiva Tweet "Hai Galau, TUHAN saya LEBIH BESAAAR!!!"


Hadir dalam sebuah "kutu" dan "kerontokkan" sang Galau..

By Ghie...




Comments