Skip to main content

Cantikmu adalah Halalmu

Wanita mana yang tak ingin terlihat mempesona, cantik dan berseri. Hampir setiap saat kita dijamu oleh iklan-iklan yang menawarkan produk kecantikan bagi wanita Indonesia. Mulai dari pemutih, anti kerut, lipstik, maskara dan kosmetik lainnya. Saya termasuk salah satu konsumen yang rajin membeli produk perawatan kulit, baik berupa pelembap, bedak hingga blash on (pemerah pipi). Sejak duduk di bangku kuliah semester pertama, bahkan saat masih SMU, saya sudah menggunakan pelembap dan bedak tabur jika akan pergi ke sekolah, hal ini membuktikan, wanita tidak bisa lepas dari kosmetik, meskipun hanya sedikit olesan bedak tabur atau pelembap di wajah dan bibir saja. Namun, tumbuh sebagai seorang muslim dewasa, saya mulai mempertanyakan tentang ke-halal-an produk terutama kosmetik yang selama ini saya gunakan. Jika makanan yang bersumber dari bahan-bahan yang haram saja tidak boleh dikonsumsi, lalu bagaimana dengan kosmetik yang bersumber dari bahan-bahan haram, apakah selama ini kita sudah "ngeh" terhadap ke-halal-an kandungan atau bahan kosmetik yang kita konsumsi sehari-hari?.


Pentingnya Halal
Halal bagi umat muslim bukan hanya suatu keharusan, tapi juga kebutuhan. Mengkonsumsi sesuatu yang halal dan baik merupakan wujud dari ketaqwaan kita terhadap Sang Pencipta, Allah SWT.  Produk-produk yang kita makan, pakai, dan gunakan akan mencerminkan pribadi dan hati seorang muslim, sebagaimana penjelasan dalam Al-Qu'ran Surat Al-Maidah:88 dan Al-Baqoroh:168

dan makanlah makanan yang halal lagi baik (thayib) dari apa yang telah dirizkikan kepadamu dan bertaqwalah kepada Allah dan kamu beriman kepada-Nya”  

Wahai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syetan; karena sesungguhnya syetan itu adalah musuh yang nyata bagimu"

Halal bukan membatasi kaum muslim untuk menggunakan produk tertentu, tapi justru halal dan thayib (baik) membantu kita "membersihkan diri" dari hal-hal yang tidak baik, syubhat, dan membahayakan bagi kesehatan jiwa maupun psikis. Menurut Prof HM.Hembing (sumber dari sini) ahli dalam pengobatan tradisional dan akupuntur, secara tidak langsung sesuatu yang halal akan menerima jiwa yang bersih, pikiran dan jasmani yang sehat, sehingga muncullah ketentraman dan kekhusuan dalam dirinya. Halal menjadi penting, karena ia adalah bagian dari Iman, dan karena sesungguhnya Allah menyukai sesuatu yang baik (Thayib).

"Sesungguhnya Allah Itu Baik dan dia hanya menerima hal-hal yang baik-baik saja" (H.R . Muslim).

Kosmetika Halal
Bukan saja makanan yang perlu halal, tapi alangkah baiknya jika obat-obatan serta kosmetik yang kita gunakan terbebas dari unsur yang diharamkan. Zat atau unsur yang haram digunakan oleh kaum muslim salah satunya adalah daging babi.

“Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh ditanduk, dan yang diterkam binatang buas, kecuali kamu sempat menyembelihnya.”
(Qs Al-Maidah:3)

Saat ini masih ada kosmetik-kosmetik yang menggunakan unsur "plasenta" dalam kandungannya. Menurut LPOM MUI, plasenta berasal dari tubuh manusia, kambing atau sapi, dan termasuk ke dalam salah satu zat yang haram untuk dikonsumsi. Unsur serta bahan yang diekstrak dari binatang yang haram, secara sifat dan jenis, jelas menjadi haram, namun, menurut MUI, bahan-bahan yang meskipun berasal dari hewan lain bisa menjadi haram, bukan karena sifatnya, tapi karena dikhawatirkan proses penyembelihannya yang tidak sesuai dengan syariat islam. Bahkan, tidak menjamin produk kecantikan dengan label alami asli 100% terbuat dari bahan alami, karena ekstrak dari hewan pun bisa termasuk alami.

MUI juga telah mendaftarkan beberapa unsur dalam kosmetik yang tergolong mashbooh (perlu dikaji lebih lanjut) yang berasal dari hewan, seperti, asam amino, alantoin, kolagen, elastine, gelatine, gliserin, keratin, lanolin, asam oleat, asam stearat, stearyl alcohol,stallow (lemak hewan), dan yang lainnya. Selain plasenta ada juga sodium heparin yang berasal dari babi, yang juga telah diharamkan oleh LPOM MUI.

Kesadaran kita, sebagai muslim, untuk menggunakan produk kosmetik yang aman, bukan hanya terbebas dari kandungan yang berbahaya seperti merkuri saja, namun juga ke-halal-an yang dibawanya. Sebagai pembeli, tentunya kita harus jeli dalam memilih dan memilah produk-produk yang aman dan halal untuk dikonsumsi. Di bawah ini ada beberapa tips yang saya dapatkan dari beberapa sumber, mengenai hal-hal yang dapat dilakukan saat membeli suatu produk kosmetik yang halal (sumber: http://fashionesedaily.com/blog/2012/05/01/bagaimana-memilih-kosmetik-halal/)

  • Legalitas Produk. Produk kosmetik yang legal dapat kita lihat dengan tercantumnya nomor pendaftaran produk di BPOM, biasanya kode CD untuk produk kosmetik lokal, dan CL untuk kode kosmetik impor.
  • Komposisi Bahan. Sebelum membeli, sebaiknya lihat dulu komposisi bahan-bahan kosmetik tersebut, apakah tergolong unsur yang halal, mashbooh, atau nonhalal. 
  • Nama dan alamat produsen tercantum dengan jelas dalam kemasan atau produk, sehingga konsumen dapat dengan mudah menindaklanjuti produk yang bersangkutan.
  • Terdapat label atau logo dari badan LPOM MUI yang bersertifikat halal. Meskipun tidak semua kosmetik yang tidak bersertifikat halal adalah haram, namun akan lebih aman jika produk kosmetik tersebut sudah tersertifikasi secara halal dari MUI. Logonya seperti di bawah ini:
Gambar diambil dari http://halalismylife.blogdetik.com/



Inspirasi Wardah 
Sebagian kaum wanita Indonesia sudah mengenal Wardah, sebagai salah satu produk kosmetik yang terjamin ke-halal-lannya. Wardah dengan mengusung 3 prinsip utamanya yaitu, pure and safe, beauty expert, dan inspiring beauty, membawa wanita Indonesia ke dalam kecantikan yang seutuhnya. Kecantikkan yang terpancar dari dalam jiwa, mengutamakan keamanan, kehalalalan, kualitas dan mutu yang terbaik. Wardah bukan kosmetik khusus untuk kaum wanita muslim saja, tapi lebih luas lagi, Wardah dapat memenuhi setiap kebutuhan para wanita yang ingin tampil menunjukkan jati dirinya, luar dan dalam.

Gambar dari sini
Wardah sudah ada sejak tahun 1995, namun baru saya kenal sekitar dua atau tiga tahun yang lalu. Sebelumnya, saya menggunakan beberapa produk kosmetik yang menurut saya saat itu "aman". Setelah membaca profil Wardah di suatu majalah, ada rasa "menggelitik" yang muncul dalam pemikiran saya. Konsep keamanan dalam "halalan thayyiban" bagi seorang muslim menggiring saya untuk beralih pada kosmetik yang halal, dan saat itu adalah Wardah. Hingga saat ini saya masih setia terhadap produk Wardah, alhamdulillah selama menggunakannya tidak ada keluhan yang berarti.

Kosmetik Wardah ini aman, nyaman, ringan dan simpel untuk digunakan sehari-hari. Bagi mereka yang ingin tampil sederhana tapi tetap "mengesankan", warna-warna dalam kosmetik Wardah bisa menjadi pilihan. Kegiatan harian saya adalah kuliah, dan dengan memakai produk Wardah, wajah saya terasa lebih fresh, tidak kusut dan juga tidak terlalu "menor", terkesan lebih natural.



Terkadang saya oleskan sedikit alas bedak (Luminous liquid foundation) pada wajah sebelum menggunakan bedak tabur (Luminous Face Powder) atau Compact Powder dari Wardah, terutama siang hari, karena alas bedak ini juga mengandung UV Vilter, namun tidak terasa lengket sama sekali dan ringan.


Ini favorit saya, karena bibir sering pecah-pecah, sebelum menggunakan lipstik, saya oleskan Lip Gloss Wardah yang mengandung Moisturizer terlebih dulu. Lipstik menjadi lebih tahan lama.


Saya suka sesuatu yang berhubungan dengan mata, dan favorit saya berikutnya adalah Wardah eyeliner pencil serta Wardah eyebrow pencil. Dengan dua aplikasi mata ini, saya merasa lebih percaya diri dan dapat membuat mata anda terlihat lebih hidup. Pertama kali menggunakan Eyeliner dari Wardah sangat mudah sekali, sekali gores langsung jadi, tidak mudah patah dan juga tidak perih di mata.


Dalam beberapa acara tertentu, kita dapat mengaplikasikan Wardah Eye Shadow pada mata, agar terlihat lebih fresh dan hidup. Terdapat berbagai macam pilihan warna dalam Wardah Eye Shadow dan warna favorit saya adalah pink atau hijau, mata terasa lebih cerah :)


Olesan berikutnya adalah Wardah Blush On. Bagi anda yang berpipi Chubby seperti saya, namun tetap ingin tampil ceria, cukup oleskan shading Wardah Blush On C (pink series) pada pipi anda. Pipi akan terasa mekar dan merona :)


Sebelum ke luar rumah, tak lupa semprotkan dulu Wardah Body Mist atau Wardah Eu de Toilette ke tubuh anda. Tubuh akan terasa segar dan wangi sepanjang hari. Selain itu Wardah juga menyediakan perawatan tubuh yang bisa dilakukan sendiri, seperi Wardah Body Butter, Soft Scrub, dan Olive Oil. Olive Oil ini banyak khasiatnya, jika anda memiliki "mata panda" akibat kelelahan, oleskan sedikit Olive Oil pada kelopak bawah mata anda. Mata akan terasa lebih rileks dan nyaman :)


Produk Wardah andalan saya berikutnya adalah Wardah Glitter Powder Gold, dengan ini kita bisa menampilkan kesan glamour atau blink-blink  pada wajah atau mata, terutama saat acara-acara tertentu. Tak lupa, setelah selesai beraktifitas, jangan sampai membawa tidur kosmetik di wajah kita, tinggal bersihkan mata dan wajah dengan Wardah Make Up Remover. Rasanya lembut dan tidak perih, karena mengandung Jojoba Oil.

Begitulah keseharianku dengan Wardah, kosmetik halal yang menjamin keamanan dan kenyamanan penggunanya. Saya percaya, cantik itu universal dan setiap wanita ingin dihargai bukan hanya karena kecantikkan luarnya saja tapi juga karena kecantikkan yang terpancar dari dalam jiwanya. Dengan kosmetik yang terjamin kehalalannya, setiap pribadi wanita muslim ataupun wanita modern, dapat merasakan indahnya berpadu dalam harmoni serta keindahan Sang Pencipta, melalui tanganNya yang menciptakan wanita pada keunikkkan dan kekhasannya masing-masing. Menggunakan kosmetik halal bukan sebatas keharusan tapi merupakan bentuk kesyukuran kita pada Yang Maha Menciptakan keindahan, yang sudah sepantasnya kita jaga dan kita rawat sesuai dengan KalamNya.
Percantikklah dirimu dengan kosmetik yang halal, agar baik pula rupa dan hatimu. Halal is my life.

*Tulisan ini diikutsertakan dalam kontes blog bersama blog Detik dan LPOM MUI, dengan tema "Cantik dengan kosmetik halal".

Sumber :
http://fashionesedaily.com/blog/2012/05/01/bagaimana-memilih-kosmetik-halal/
http://www.halalmui.org/index.php?option=com_content&view=article&id=174&Itemid=319&lang=in

Comments

ummi bindya said…
kumplit plit plit, semoga menang lombanya. salam kenal..
cantik deh, tambah cantik lagi kalau menang
Ghiee said…
makasih yaa udah mampir, sama-sama, salam kenal juga...aamiinn :)
ke2nai said…
komplit nih koleksinya.. semoga sukses ya kotesnya :)