Skip to main content

Because I am Special...


Suatu hari di kampus antah berantah | "Ghie, dipanggil dosen tuu", "iya, siap, aku ke sana sekarang". Dua jam kemudian, saat adzan berkumandang | "Allahu Akbar...Allahu Akbar". "nanti ah masih banyak kerjaan"...-__- hmmm..Plaakkk....Saat Bos Besar memanggil, kenapa kita tidak beranjak??

Pernahkah kalian mengalami hal itu..? Kata hati mungkin berkata "sadis loe, sama Tuhan sendiri kok gitu..." Oh Tuhan, apakah aku termasuk orang yang menganiaya diri sendiri?", "Ya Rab, ampunilah aku, kasihanilah aku, selamatkanlah aku, dan berikan aku RezekiMu, Aamiin Ya Rabbal alamiin..."
Di ruang hati inilah, aku ingin bercerita. Cerita yang tak bisa tersampaikan dengan tulus di hadapan hati manusia yang lain. Awal Tahun adalah awal yang bahagia untukku, karena "bunga-bunga" sedang bermekaran menunggu sang "mawar" dipinang oleh "madu"nya...setelah itu beberapa kemenangan kurasakan dalam dada, namun yang terjadi kemudian adalah "hitam, pekat, dan menyedihkan". Baru beberapa bulan saja kami merasakan kebahagiaan, tiba-tiba saja peristiwa itu datang...menyambar kami bagaikan petir di siang hari...Memang, hal yang manusiawi ketika kita kehilangan sesuatu yang berharga, lalu sedih dan merasa kecewa, namun semua ini terasa ganjal bagiku...seolah-olah disengaja...Yaa, mungkin ini memang disengaja...disengaja Tuhan untuk lebih mematangkan dan mendewasakan hidupku. Apalagi yang bisa kulakukan, selain berpikir positif atas semua kejadian "menyedihkan" yang menimpa kami...Jika tidak seperti ini, mungkin kami sudah mati, mati dibunuh pikiran kami sendiri...

Mungkin saat itu aku terlalu menganiaya diriku sendiri..kecapean, letih dan lesu dalam dada...entah "energi apa dan energi siapa" yang menelanku....yang jelas rasanya aku ingin menangis sejadi-jadinya...
Tuhan, hanya Kau yang tahu, jika aku selalu sendiri dalam hal ini...maka izinkahlah aku untuk berbincang dengan diriku sendiri....dan inilah hasil perbincanganku dengannya....:

Aku : "aku lelah, cape, ingin sekali aku membanting dan meremukkan seluruh tulang-tulangku...tak ada satu pun orang di dunia ini yang mengerti dan memahami diriku...semuanya meninggalkanku..."

Hatiku : "benarkah seperti itu?, meninggalkan seperti apa maksudnya...? aku tahu kamu pasti lelah sekali menghadapi semua ini sendirian...sini aku peluk yaa...^^"

Aku : "terima kasih tapi...tetap saja aku sedih dan menyedihkan kaan..."

Hatiku : "maksudnya bagaimana...menyedihkan itu...?"

Aku : "menyedihkan...karena..aku selalu menjadi orang yang tertinggal..."

Hatiku: "tertinggal? maksudnya seperti apa..?"

Aku: "yaa tertinggal...aku selalu ditinggalkan...orang-orang yang dulu dekat denganku, pergi semuanya...mereka hanya menyerap energi positif dalam diriku...lalu mengambil semua informasi yang aku tahu untuk mereka gunakan sendiri...lalu mereka yang berhasil dan mereka pergi begitu saja meninggalkanku...tanpa jejak...bahkan seolah-olah mereka tak mengenal aku lagi...sedangkan aku di sini...meratap,,kelelahan..."

Hatiku : "lalu kau menyesal...?"
Aku: "yaaa, aku menyesal,,,,aku menyesal kenapa aku membiarkan diriku seperti ini...aku menyesal kenapa membiarkan mereka mengambil semuanya...aku nampak seperti orang bodoh saja..."

Hatiku: "tapi menurutku...nampaknya kau sedang menyadari sesuatu...umm..."
Aku: "maksudmu...?"
Hatiku: "itu langkah yang bagus, kau menyadari ada sesuatu yang salah, yang mungkin pernah kau lakukan tanpa sadar...dan kau bilang kau nampak seperti orang bodoh....karena sebenarnya kau bukan orang yang bodoh kan ^^"...
Aku: "welll, Iam just trying to..find my self..."
Hatiku: "that's great...lalu apakah sekarang kau sudah menemukan kekuatanmu kembali...?"

Aku: "mungkin, tapi belum semuanya...aku butuh memahami satu hal terlebih dulu...yang sampai sekarang belum aku mengerti....maukah kau membantuku..?"

Hatiku: "dengan senang hati...aku akan selalu membantumu...so, apa yang bisa aku bantu..?"

Aku: "begini....entah kenapa...setiap kali aku mencoba untuk bersabar, lebih berpikir positif, dan merasa bahagia serta bersyukur dengan apa yang aku miliki saat ini....orang-orang disekitar ku...nampak "aman-aman"saja...maksudku...mereka tak pernah terlihat khawatir sedikitpun pada diriku...atau mencoba untuk bertanya pada hatiku...padahal mereka tahu...bahwa sesungguhnya...inside of me is crying....inside of me is dying...sama halnya ketika aku mulai terlihat cemas, bete, khawatir, marah...meraka akan langsung menampar ku untuk menghentikan semua itu...tanpa mau berpikir dan memahami...kenapa atau apa motif dibalik aku melakukan hal itu....padahal mereka semua tahu, apa yang sedang aku alami, kehilangan, kepedihan...apakah semua ini tidak nampak dihadapan mereka...mereka hanya senang ketika melihat aku "biasa" saja....meskipun sebenarnya aku  'tidak" merasakan kebahagiaan sedikitpun..dan ketika aku sudah kehilangan kesabaranku,,,,mereka lantas memarahiku dan mencaci maki sepuasnya...seolah-olah aku ini bayi besar bagi mereka...yang harus selalu duduk diam, meskipun api menyerbu badanku...kesal aku melihat semua ini...aku tak bisa bicara sama sekali pada mereka...karena yaaa...begitulah...mereka sudah menganggap diri mereka lebih tinggi...dibandingkan aku yang mungkin dihadapan mereka hanya "anak bawang"..."...

Hatiku: "huumm, aku jadi ikut sedih....sabar yaa...aku bisa melihat kekecewaanmu...yaa..aku mengerti betapa lelah dan kesalnya dirimu harus melalui semua ini..sendirian...tapi...menurutku kau tidak sendiri...."...

Aku:"tidak sendiri bagaimana maksudmu??....bukankah aku orang termalang di dunia...siapa yang mau mengalami berbagai kegagalan dan kesedihan seperti aku...pengantin baru mana yang mau kehilangan seluruh maharnya diambil pencuri...dan wanita mana yang mau menggadaikan hidupnya pada sesutau hal yang belum jelas....di saat wanita lain menikah dengan "harta" yang sudah pasti, "rumah" yang sudah pasti, "kendaraan" yang sudah pasti,  "pekerjaan" yang sudah pasti...nampaknya wanita yang tahan seperti ini , hanya aku di dunia ini!!...

Hatiku: "hummm.....I know...you know what...I am Proud of that...memang hanya kamu yang mampu melewati itu semua..."

Aku ; (hanya terdiam...),...."tapi...mengapa....why m...?".....(masih kecewa)....
Hatiku: "Ssttttt.....don't cry...listen...(mencoba merangkulku...) when I said that I am proud of you...that's truly is...I must proud of what you've been through...and also...you must proud of your self...and I really really appreciate and I want to give you a big hug and love, so don't punish your self like that...you deserve the best...if you want and understand..."..

Aku: "how, how you can think about me like that..?"
Hatiku: "pertama, saat kau mengungkapkan kekecewaanmu pada orang lain..pernahkah kau berpikir...tidak ada satupun manusia di dunia yang tercipta sempurna...orang lain mungkin bisa berpendapat atau berperilaku semaunya mereka...yaa karena mereka juga punya kekurangan dan kelebihannya masing-masing...tapi pernahkah kau berpikir,,,bahwa Allah akan berbuat hal yang sama seperti mereka padamu? apakah menurutmu, Allah juga akan tega meninggalkanmu, saat Allah tahu, bahwa dirimu sedang menderita saat ini...bahkan mungkin DIA lebih tahu kondisi mu yang sebenarnya...menurutmu Allah akan pergi membiarkanmu sendirian?"

Aku: "tidak, Allah tidak seperti mereka, Allah kan Maha Sempurna dan tak pernah berbuat kesalahan sedikit pun...dan bukannya Allah itu Maha Kasih..."
Hatiku: "iyaa, tentu saja...DIA Maha Pengasih dan sangaaaaatttttttttts Menyayangi hamba-hambaNya...".
Aku: "termasuk diriku..?"
Hatiku: tersenyum dan berkata "tentu saja....kau ini kan ciptaanNya...tidak ada satupun mahluk atau ciptaan Allah di dunia ini yang tertinggal dari pengawasanNya...setiaaap hari, bahkan setiap detik...."..
Aku: "berarti Allah pasti tahu dan mendengar tangisanku kan...?"
Hatiku: "pasti....He always hear you..."
Aku: "berarti Allah juga tahu apa yang sedang aku alami kan...berarti Allah tahu saat kehilangan itu terjadi dan saat aku mengalami semua ini.."
Hatiku: "ya, tidak ada satupun yang meleset...semuanya terjadi dalam penglihatanNya..."
Aku: "lalu, kenapa Allah membiarkannya...membiarkan semua kesedihan itu terjadi padaku...apa salahku..?"
Hatiku: "selama kau selalu mengikuti apa yang diperintahkanNya...selama kau selalu berdoa dan beribadah pada Nya...selama kau selalu dekat denganNya...maka tidak ada yang salah..."
Aku: "kalau tidak ada yang salah, mengapa semua ini harus terjadi padaku..?"
Hatiku: "...semua itu karena Allah tahu, betapa kamu kuat, dan hanya kamu yang mampu mengalami itu semua...orang lain belum tentu bisa jika harus mengalami kondisi yang kamu alami saat ini.."
Aku: "seperti itu yaa..." sambil menghela napas...
Hatiku: "yaaa, kamu seharusnya bangga, betapa dari sekian milyar manusia di muka bumi ini...hanya kamu yang Allah pilih untuk merasakan dan mengalami semua ini...yang belum tentu orang lain bisa menanggungnya..."
Aku :"untuk apa.. untuk apa Allah melakukan itu padaku..?"
Hatiku: "karena DIA tahu betapa berartinya dirimu...betapa "special"nya dirimu...betapa Allah sayang padamu...DIA ingin kau melalui hal ini agar di depan kau bisa lebih mengerti bagaimana rasanya ditinggalkan, bagaimana rasanya ada dalam kesulitan saat tak ada orang lain yang membantu, bagaimana rasanya kehilangan sesuatu yang berarti, bagaimana rasanya seorang diri dan bagaimana rasanya dikecewakan..hingga di masa depan kamu tidak menjadi pribadi yang berbuat seperti itu pada orang lain, hingga di masa depan kamu menjadi seseorang yang lebih bijak memandang sesuatu....sesungguhnya kamu sedang dipersiapkan oleh Allah untuk menjadi pemimpin di masa depan...tidak ada satupun manusia yang mampu membayar kesedihanmu, kesulitanmu....selain Allah yang akan menggantinya dengan sesuatu yang jauuuuhh lebih besar dari apa yang kamu bayangkan....Allah tak pernah mau berhutang pada hambaNya...apalagi pada hambaNya yang selalu dekat, selalu ingat, selalu berdoa, selalu sholat, berpuasa, menutupi auratnya...mungkinkah Allah tega meninggalkanmu,,,,tidak, DIA sedang melihatmu...melihatmu dengan tatapan Kasih SayangNya...yang kau butuhkan hanyalah yakin dan percaya padaNya...tinggal sedikit lagi....sedikitt lagi maka kamu akan menyadari betapa pentingnya dirimu...jika Allah saja percaya kamu itu berarti, mengapa kamu tidak percaya pada dirimu sendiri?"

Aku: hanya terdiam dan menangis.....
Hatiku: "rupanya kau sudah mulai memahami...apa arti kehadiranmu di dunia ini...genggamlah dengan kuat...yakinlah...bangkitlah...kamu pasti bisa...selalu bisa....karena Allah selalu bersamamu...DIA ada di sini...mendengarkan kita berbincang...Allah tersenyum...peluklah Allah agar hatimu damai,,,percayakan semuanya padaNya yaa..."
Aku: Aku masih menangis....dan ingin memeluk Allah dalam damai...." Allah...Allah...jangan tinggallkan aku....maafkan aku, sayangi aku Ya Allah..."...
Hatiku: "kesedihan tak akan selamanya menghampirimu...ia ada hanya untuk membentuk jiwamu, mematangkan dirimu,,,menjadi pribadi yang kuaat...percayalah...kamu sangat berarti..."...

Aku: "terima kasih hatiku...semoga selamanya dan selamanya...selalu berada dalam kasih dan sayangnya Allah...aamiinn"
Hatiku: "iya, aamiinn...jaga baik-baik hatimu yaa...kalau membutuhkan lagi, tinggal panggil saja hatimu...dengan senang hati akan selalu membantumu....are you happy now?"
Aku: "Yup, terima kasih....aku sekarang lebih lega...terima kasih sudah mau membantuku...aku akan berusaha untuk tidak menjadi korban masa lalu lagi, aku akan berjuang menjadi orang yang memang sudah ditakdirkan Allah..karena aku berarti untuk mereka yang menyayangiku...semoga kedepannya lebih baik...terima kasih yaa..."
Hatiku: "don't worry, it's oke dear...you will be fine :) "...you born to be success...^^

Dalam kejauhan malam, diantara sinar bintang, sang Hati berdoa...

"Ya Allah, semoga Kau selalu melindungi jiwa ini dari kebencian, dari rasa takut, dari rasa cemburu dan dari marabahaya....agar kami selalu yakin akan keberadaanMu...lindungi kami dan asahlah jiwa kami agar kami pantas menjadi pribadi-pribadi pilihanMu...aamiinn Ya Rabb"....


Yaaa, dan aku yakin....everything is gonna be okay...because Allah is always in my heart...Allah will always help me in every step that i take...and Allah will guide me to be a better person in the future...agar aku bisa menjadi contoh yang baik bagi anak-anakku kelak...aamiinn Ya Allah....I am very grateful being a moeslem... terima kasih Ya Allah...terima kasih...^^



Dan aku pun bahagiaaaaaa ^^,,,,terkadang aku membutuhkan "bicara" pada diriku sendiri...sounds crazy but,,yeaa...just a little help for me....hehehehe....jya, bye-bye...have a nice daay :).... sorry for being mad....:), Wassalam...






Comments

jadi inget lagunya bimbo sembahyang fadu janagn ditunda-tunda :)