Skip to main content

Memilih Proses Persalinan....

Haaii selamat malaam semuanya....how are you..? I hope you're going fine.. :)
Di malam yang dingin dan gelap ini, enaknya makan Nasi goreng, ditemani pisang goreng dan susu cokelat ya kayaknya....umm jadi laperr...gkgkgkgk...Well, seiring majunya perut ini secara perlahan, semakin besar juga nie perasaan nafsu makannya, hehe, yup kehamilan yang sekarang genap berusia 18 minggu ini, alhamdulilaah menghantarkan saya pada kondisi dan perasaan yang lebih nyaman yaa...karena gejala seperti mual, muntah, dan pusing berkelanjutannya sudah hilaangg....akhirnyaa...I can feel human again... :p 

Tapi eh tapi...meskipun mual sekarang sudah tidak lagi...pegel punggung dan doyan bobonya makin menjadi-jadi...terutama bobonya itu lohh, terkadang jam 8 pagi saya sudah merasakan ngantuk luar biasa dan tidur sampai dzuhur, kalau hal ini dilakukan saat zaman saya remaja dulu, pasti ibu saya sudah menjewer kuping saya dan menyatakan saya gadis "kebluk"...ahahahaha....tapi ini kan karena lagi hamil...xixixixixi (alesaaaann ajaaah...haha)

Kali ini, saya lagi sedikit galauu, sedikitttt siee..tentang mempersiapkan kelahiran, hehe, meskipun masih lima bulan lagi dede bayi ini akan lahir, tapi persiapannya kayak mau married aja ya...gkgkgkgk...yang jelas knowledge tentang bagaimana kehamilan dan kelahiran itu, saya rasa sangat penting. Nah, akhir-akhir ini, banyak sekali informasi baru mengenai cara-cara melahirkan, beberapa milis yang saya ikuti, sering sekali membahas tentang melahirkan dengan metode seperti Gentle Birth, Water Birth, Hypno Birthing, atau Lotus Birth. Banyak pula ini yaa...Semua teknik tersebut, pada intinya adalah melahirkan dengan cara normal, tapi secara teknis lebih me-manusiakan proses kelahiran itu sendiri katanya. Dari hasil google meng-google dan beberapa pengalaman teman, penjelasan mengenai metode tersebut adalah seperti ini jenks...


Gentle Birth. 
Gentle itu artinya lembut, dan Birth itu lahir, jadi Gentle Birth adalah suatu proses melahirkan yang lembut. Menurut pakarnya Aviasti Pratiwi Andayani, S.Ked (Salah satu penggiat Gentle Birth dari Galenia Mom and Child Center, Bandung), persalinan dengan Gentle Birth artinya memposisikan proses persalinan sebagai proses yang natural, alamiah, dan mengikuti siklus kehidupan manusia. Apa perbedaannya dengan proses kelahiran normal yang biasa, nah menurut Aviasti, perbedaannya terletak pada  "filosofi" persalinannya sendiri yang lebih alamiah dan menekankan pada persiapan sang calon ibu dan bayi sejak kehamilan. Gentle birth ini tidak terlalu mementingkan dimensi fisik, namun betul-betul memandang sang calon ibu sebagai manusia seutuhnya baik secara mental, psikologis dan spiritual. Saat persalinan terjadi, sang calon bayi sudah dapat merekam kenangan, oleh sebab itu penanganan persalinan yang lembut, yang sangat memperhatikan kondisi emosi sang ibu dan bayi, dapat memberikan pengalaman yang berkesan dan tidak meninggalkan jejak trauma pada ibu dan bayi. Ketenangan dan kenyamanan sang ibu dalam mengatur emosinya saat menyambut sang bayi, merupakan hal yang utama pada proses persalinan Gentle Birth. Beberapa prinsip dari Gentle Birth, seperti yang dilansir oleh untukperempuan.com, diantaranya adalah :
  • Circle of Life. Keyakinan bahwa proses kelahiran merupakan bagian dari siklus kehidupan.
  • Knowledge is Power. Pengetahuan adalah kekuatan, yup, sebagai calon orang tua tentunya kita harus bisa meng-edukasi diri sendiri tentang apa saja yang berhubungan dengan perkembangan anak, semenjak dalam perut atau buaian hingga liang lahat, eh maksudnya hingga anak kita dewasa, bahkan tua ya...hihihi
  • Minimal intervention, minimum trauma. Dalam konsep Gentle Birth, segala intervensi yang akan dilakukan saat persalinan (misalnya memberikan bius, dll) akan dikembalikan pada kenyamanan sang ibu, karena saat itu sang ibu dan bayi lah tokoh utamanya, jadi benar-benar meminimalkan intervensi dari luar, kecuali terjadi komplikasi, serta bagaimana cara membuat ibu dan bayi tidak trauma pasca melahirkan.
  • Melahirkan generasi baru yang lebih baik. Dengan adaya plan birth sejak awal, secara tidak langsung, hal ini memberikan kesiapan secara mental bagi calon orang tua untuk menyambut bayinya, dan kemauan yang keras bagi orang tua untuk mempersiapkan dan memberikan yang terbaik akan mempengaruhi tingkat kualitas generasi nanti kedepannya, tentunya dibantu oleh Tuhan YME...aameen...
Dilihat dari prosedur secara medis, mungkin tidak ada perbedaan yang berarti antara Gentle Birth dan persalinan normal yang biasa, namun dalam Gentle Birth, menurut Aviasti, ada yang dinamakan birth plan, semacam customize bagi sang calon ibu sejak awal kehamilan, misalnya rencana akan seperti apa ruangan rawatnya nanti, pencahayaannya, apakah ingin ada musik, warna, media yang digunakan dan lain sebagainya,  hingga ke bagaimana proses pendampingannya dalam persalinan. 

Comment:
umm, setelah membaca beberapa referensi tentang Gentle Birth, menurut saya cukup menarik, dan sebenarnya saya suka dengan "filosofinya", menempatkan sang calon ibu sebagai manusia seutuhnya. Pernah saya temukan dalam sebuah video di You Tube, seorang ibu yang curhat tentang pengalamannya melahirkan di sebuah Rumah Sakit (bukan di Indonesia sie) dan proses persalinan yang terjadi saat itu kurang memanusiakan sang ibu dan bayinya, jadi saat bayi keluar dari perut ibu (yang kebetulan lahir secara normal), bayi malah dibiarkan lama berada di bawah pantat sang ibu dan bukan dalam dekapan sang ibu langsung, selain itu penanganan dan intervensi yang dilakukan juga sangat lama sekali, hingga sang ibu gelisah, akhirnya sang ibu mengungkapkan, bahwa ia merasa trauma setelah melahirkan, dan mengalami baby blues, dan ia juga tidak mau lagi melahirkan di Rumah Sakit tersebut. Yup, saya bukan ingin menakut-nakuti, tapi ada kalanya beberapa Rumah Sakit atau Rumah Bersalin yang mungkin seperti itu, so that's why, pemilihan tempat di mana kita akan menjalani persalinan nanti, perlu dipertimbangkan secara matang. Namun, Aviasti juga menambahkan, bukan berarti dalam Gentle Birth ini tidak ada penanganan secara medis, khususnya dari dokter, karena bagaimanapun kondisi sang ibu sejak hamil (track record), serta kondisi kesehatan kehamilan menjadi patokan yang utama, apakah terjadi komplikasi atau tidak dalam kehamilannya, jika ada, maka prosedur operasi saecar, kemungkinan dijalankan. Mungkin yang menjadi kendala adalah, jika kita ingin proses persalinan murni seperti Gentle Birth, belum semua Rumah Sakit menyediakan pelayanan seperti itu, kecuali jika memang sang dokter memiliki kapasitas kepribadian dan skill yang mumpuni, sehingga bisa membuat sang ibu dan calon bayi sejak awal kehamilan hingga persalinannya merasa nyaman, dan benar-benar "human". Tapii, jangan khawatir, ada kok Rumah sakit atau Rumah Bersalin yang sudah sangat nyaman dan terjaga kualitasnya dalam hal perawatan ini, bahkan beberapa diantaranya ada yang sudah Pro IMD (Inisiasi Menyusui Dini), yaitu suatu proses yang menurut saya, penting banget deh untuk menciptakan bonding (ikatan) yang kuat antara ibu dan anak sejak dini...jadi bayi setelah lahir langsung di dekapkan pada dada sang ibu, dan biarkan ia untuk mencari puting ibunya sendiri, air susu (kolostrum) ibu yang pertama itulah yang membuat bayi menjadi lebih kuat dan lebih sehat, yaa mungkin nanti akan dibahas pada segmen yang lebih khusus, hehehe. 

Water Birth.
Pasti sudah ada yang pernah mendengar tentang melahirkan ala Water Birth, iyup, melahirkan dengan bantuan air sebagai media penghantar proses persalinan. Sebenarnya, Water Birth ini, merupakan salah satu metode dari Gentle Birth. Jadi metode ini, dilakukan dengan cara sang ibu akan masuk ke dalam sebuah kolam yang sudah berisi air hangat, dan sang ibu juga bebas untuk menentukan posisinya sendiri, namun di sarankan sang ibu masuk ke dalam air hangat setelah terjadi pembukaan enam, agar tidak terlalu lama di dalam air, dan sang ibu juga harus banyak minum air putih sebelumnya, karena berendam dalam air hangat dapat menyebabkan dehidrasi. Namun, untuk melaksanakan metode ini harus diperhatikan bagaimana kondisi sang bayi, apakah kepala bayi sudah benar-benar ada di bawah atau dekat jalan lahir, apakah terjadi komplikasi atau tidak, atau misalnya terjadi mekonium (pup bayi pertama) yang keluar ketika air ketuban pecah, jika hal itu terjadi, maka tidak disarankan untuk melalukan Water Birth.

Comment:
Dulu saya sangat tertarik dan ingin mencoba Water Birth, karena katanya bisa sedikit mengurangi rasa sakit saat melahirkan, selain itu juga anak tidak kaget saat melihat dunia, karena saat ia keluar kondisinya masih berada dalam air, hehehe, tapi ada beberapa kontroversi yang menyatakan bahwa meskipun prosedur Water Birth ini aman, tetap saja komplikasi saat melahirkan dalam air bisa terjadi, apalagi kalau yang menanganinya belum berpengalaman, so tidak mungkin melakukan Water Birth di rumah sendiri, harus tetap didampingi oleh ahli medis yang bersangkutan ya, hehehe. Bahkan ada beberapa dokter yang juga masih ragu dengan metode ini. Dokter Febriansyah Darus, Spesialis Obstetri dan Ginekolog dalam Kompas Online, menyatakan bahwa "Water Birth saat ini sudah tidak direkomendasikan oleh Persatuan Dokter Obstetri Ginekologi Indonesia, karena tidak berdasar dapat membuat proses melahirkan menjadi lebih baik". 
Well, semua terserah pada pilihan masing-masing ya, karena ada juga kok beberapa ibu yang melakukan proses persalinan dengan Water Birth dan anaknya lahir sehat tanpa kurang apapun, kalau ingin tahu pengalaman ibu yang melahirkan dengan Water Birth klik saja di sini yaa ^^.  

Hypno Birthing
Sebenarnya hypno birthing lebih kepada proses mencapai relaksasi melalui self hypnosis pada saat persalinan. Jadi saat kehamilan dimulai, sang ibu sudah  melatih dirinya agar bisa relaks dengan melakukan meditasi serta sugesti positif, bahwa proses persalinan itu mudah, lembut, dan bebas dari rasa takut. Dengan meditasi seperti ini, secara tidak langsung dapat merangsang munculnya hormon endorfin atau senyawa pereda rasa sakit, keuntungannya saat persalinan tiba, dengan pembiasaan self hypnosis ini, dapat meminimalisir dan mengalihkan rasa sakit saat melahirkan. 

Comment:
Setuju dengan meditasi diri serta sugesti positif dari Hypno Birthing, karena bagaimanapun, salah satu aspek yang dapat membantu proses dari kehamilan hingga persalinan tiba itu adalah adanya "self positive" dalam diri sang ibu serta lingkungan sekitarnya. Nampaknya metode self hypnosisnya bisa diambil nie, kebetulan memang masih agak takut menghadapi persalinan, karena saya tipe orang yang kalau di cubit sedikit saja, nangis dan sensitif ngga puguh, hehehe...apalagi ini harus mengeluarkan mahluk hidup dengan selamat dari tubuh saya, oo God...semoga saya bisa mengantarkannya ke dunia dengan selamat dan sehat, aaamiinnn...

Lotus Birth
Nah, apa itu Lotus Birth, kayaknya baru denger ya, samaaaa, hehehe....pertama kali mendengar adanya metode Lotus Birth itu dari Galenia MCC, jadi Lotus Birth itu adalah metode persalinan alamiah, dimana tali pusat sang bayi tidak dipotong, dengan cara membiarkannya, dengan tidak diklem dan lahir secara utuh, hingga ia lepas sendiri dari tubuh bayi. Nah, pada saat bayi lahir, biasanya tali pusat dan plasentanya akan di potong beberapa cm dan sisanya di buang oleh bidan atau dokter, namun dalam persalinan Lotus Birth, tali pusatnya tidak di klem, dan plasentanya tetap menyatu dengan tubuh bayi saat lahir, hingga ia puput dengan sendirinya. Menurut salah satu Ibu yang pernah melakukan Lotus Birth ini, efek baik dari penundaan pengkleman tali pusat adalah untuk mengurangi risiko bayi anemia, namun tentu saja pelaksanannya harus bersih dan dilakukan oleh tenaga medis yang sudah ahli. Lotus Birth, secara filosofi dilakukan sebagai bentuk penghargaan dan terima kasih kepada cakra sang bayi yaitu plasenta, yang selama ini menjadi "teman" anak kita saat berada di dalam perut ibu, karena melalui plasenta-lah bayi menyerap nutrisi-nutrisinya. 

Gambar dari sini 
Seperi inilah mungkin Lotus Birth itu, dari gambar bisa kita lihat, plasenta dan tali pusat bayi tidak dibuang dan tidak dipotong, namun dibiarkan dan disimpan di dalam bejana atau ada juga yang menyimpannya di dalam sebuah pot, hingga mereka kering dan lepas dengan sendirinya. Kalu mau tahu pengalaman salah seorang ibu yang sudah melakukan Lotus Birth klik di sini saja yaa... ^^

Comment:
Saat pertama kali memberitahu ibu saya tentang adanya persalinan Lotus Birth ini, beliau agak sedikit mengernyitkan alisnya, yang menandakan beliau agak kurang sreg dengan metodenya. Mungkin karena pemahaman kami yang juga belum terlalu "dalam" mengenai Lotus Birth, sehingga kami agak ragu. Kebetulan Ibu saya bekerja di Rumah Sakit bagian anak, dan beliau pernah menyaksikan sendiri, seorang pasien yang datang membawa anaknya dengan kondisi ari-ari (tali pusat) yang kotor dan bernanah, sehingga menyebabkan sang anak kuning dan badannya panas. Hal ini disebabkan orang tua sang anak, sama sekali tidak pernah membersihkan tali puput bayinya, hanya karena bidannya pernah mengatakan tak perlu membersihkan ari-ari. Nah, mungkin ini terjadi karena kesalahpahaman ya, karena bagaimana pun tali pusat itu tetap harus dibersihkan dengan hati-hati selama ia belum lepas dari tubuh bayi, dan memang betul ia akan puput dengan sendirinya nanti. Melihat kondisi seperti ini, Ibu saya membayangkan, katanya "kamu itu orangnya masih jijik-an dan kadang masih jorok, tali pusat yang dipotong saja, belum tentu kamu bisa membersihkannya dengan rajin dan bersih, apalagi ini kalau dibiarkan panjang menjuntai seperti itu, nanti bisa saja ada kuman yang masuk", hehehe, said my moms...well yaa,,mungkin ini hanya terjadi pada kasus saya saja ya...memang saya akui dalam hal ini, nampaknya saya harus mendengarkan kata my moms, saya percaya beliau juga pasti sudah punya pengalaman, lagian ini khan cucu pertamanya, jadi saya harus lebih bijak lah...hihihi...

Conclusion: 
Akhirnya tiba pada suatu kesimpulan...humm...dari berbagai macam metode yang saya jelaskan di atas, yang terbaik adalah....."tidak ada metode yang terbaik"....hehehehehe...karena menurut saya semuanya akan tergantung pada kondisi kehamilan dan kesehatan bayi yang ada dalam perut kita, kalau beruntung dan lancar, setiap ibu pasti ingin melahirkan normal, dan saya setuju, bahwa setiap ibu berhak untuk mendapatkan proses persalinan yang nyaman dan lembut (Gentle Birth), terutama proses IMD...lagi lagi IMD...hehehe..tapi ini juga akan tergantung pada situasi yang ada, kalau misalkan sang ibu harus caesar, kemudian tiba-tiba sang ibu mendapatkan komplikasi atau pendarahan dan pingsan saat setelah melahirkan, apakah IMD menjadi penting dilakukan..? Well, semuanya pasti akan sangat bergantung pada kondisi yang terjadi saat persalinan nanti, karena terkadang apa yang sudah direncanakan, kenyataannya tak seperti itu, seperi pengalaman teman saya, yang sudah merencanakan akan melahirkan normal sejak satu bulan sebelumnya, eh saat waktunya tiba, ternyata bayinya belum keluar juga, akhirnya terpaksalah dilakukan Caesar. Tapi, kalau ada yang Caesar dan tetap bisa IMD, saya acungi jempol yaa...hehehe...

Bagaimana dengan diri saya....umm..memang sie, banyak yang bilang, lebih baik normal kalau bisa...ya harapannya pun seperti itu..namun, sekarang fokus saya bukan lagi "bisa normal atau ngga nya",,tapi lebih ke bagaimana mempersiapkan diri supaya nanti pas hari H, bisa tenang, rileks, nyaman, dengan terus berdoa dan mensugesti diri sendiri, bahwa Insya Allah, pasti Allah bantu saya supaya dede bisa lahir dengan sehat, selamat dan tak kurang satu apapun ke dunia ini, aamiinn, mau itu melahirkan secara normal ataupun tidak, yang penting saya harus siap dan dua-duanya bisa selamat, aaamiinn. Meskipun dokter yang memeriksa saya kemarin menyatakan, jika Tinggi Badan ibu kurang dari 150 cm, memang tidak disarankan untuk persalinan normal, karena takut pinggulnya sempit. Tapi, dokternya juga bilang, nanti saat usia kehamilan 27 minggu, akan dilihat lebih jelas bagaimana kondisi pinggul saya, serta bayinya, apakah pinggulnya cukup besar untuk menampung jalan keluar ade bayi atau tidak, selain juga mudah-mudahan tidak terjadi komplikasi saat menjelang persalinan, aamiinn, doakan yaaa ^^....Satu lagi, saya juga ingin menyampaikan pada dokternya, bahwa, jika memungkinkan saya ingin melakukan proses IMD dan pro-Asi setelah persalinan, ya mudah-mudahan bisa yaa..aamiinnn. Hehehehe....banyak maunya pisaaan aahh....

Gambar dari sini


Saat ini yang penting tetap menjaga pola makan, asupan nutrisi, vitamin, melakukan olahraga (senam hamil),  selalu berdoa dan mensugesti diri sendiri agar tidak mudah stress dan tertawa sebanyak-banyaknya...hehehe...mencoba melakukan self hypnosis supaya nanti bisa rileks yaa...ya bukan nanti saja, tapi sekarang pun saat menjalani kehamilan harus rileks dong...(sambil menatap Thesis yang belum beres, alaaahhhh)...Jika sudah begini, tinggal bergerak, berupaya dan berdoa semoga lancar jaya semuanyaaa dan adenya sehat, lucu, cantik/ganteng, cerdas, sholeh, semuanya deehh...hihihi...aaamiinn ya Allah...Sepakat dengan apa yang dikatakan oleh Aviasti, bahwa jujurlah pada diri sendiri, dan jalanilah kehamilan dengan hal-hal yang menyenangkan....yupss...Ganbattee...Pregnancy is a bless and is a happy way to find your inner self...^^

Oya, sharing info mungkin bagi ibu-ibu atau teman yang ingin mencoba melahirkan dengan metode Water Birth, Lotus Birth yang lebih menekankan pada Gentle Birth, bisa hadir ke Galenia MCC, Bandung, di Jl Badak Singa No 8. Dengan Num Tlp 022-2501288. (Hehe bukan promosi ya, cuma sharing saja...), dan di bawah ini beberapa foto ruang rawat yang ada di sana, yang saya dapatkan dari profile Galenia MCC di FB. Kebetulan, saya dan teman saya berencana untuk ikut senam yoga ibu hamil di Galenia minggu ini, jadi ya sekalian nanti mau tanya-tanya lebih detail mungkin ya...





Nampaknya seperti hommy sekali ya dari gambarnya, tapi nanti coba saya akan datang kesana dan melihat langsung...tapi kedatangan saya ke sana bukan untuk melahirkan, hanya ingin ikut senam yoga ibu hamilnya saja, karena kehamilan saya kan baru 4 bulan hihihihi...apakah saya akan melahirkan di sini nanti..? ummm...belum tentu juga sie, kita lihat saja yaa..hehehe...masih dini bagi saya untuk menentukan di mana akan melahirkan, meskipun rencana sudah pasti ada...yaa, tinggal menunggu waktu saja... :)

Baiklah sekian dulu yaa sharing tentang metode dan berbagai macam pilihan proses persalinannya....nanti jika ada kesempatan saya ingin mereview tentang "pemilihan tempat bersalin yang pas dengan kita"....Jyaa, selamat beristirahat kawaaanss ^^...


Sumber :
http://www.ayahbunda.co.id
http://mommiesdaily.com
http://health.kompas.com
http://www.untukperempuan.com/miscellaneous/gentle-birth-apa-itu.html

Comments

aku juga dulu milihnya mau normal, tapi terpaksa deh harus cesar daripada kehilangan babynya.
semoga lancar ya proses kelahirannya