Skip to main content

Bittersweet and sweet...

Tidak ada kata lain, selain..."wooww, fantastic baby"....Jam sudah larut malam, namun aku belum mengantuk..apa karena faktor kehamilan..? ya, mungkin, karena bagi ku saat ini sudah terbiasa, bangun tengah malam karena ingin "pee", "kegerahan", atau hanya karena "lapar"..πŸ˜…, tapi menyenangkan ya bisa merasakan hal-hal seperti ini..meskipun terkadang "lelah", "gempor", "pegel", semuanya itu menjadi pemanis dalam hidupku yang "turun naik bak roller coaster", "bittersweet and lovely" ini...hyaaaks 😜

Bukan ingin curhat atau mellow slowly malam ini...tapi hanya ingin sekedar mengungkapkan (kalau boleh...) dan men-share (kalau ada..) sedikit kata-kata yang tertoreh dalam irama dan nada pikiranku sendiri...

Sebelumnya kukatakan pada diriku, bahwa aku sering "moody".. dan aku tak bangga dengan itu..dooh mana ada yang bangga dengan ke "moody-an" nya ya...but one question...apa yang kau lakukan saat menghadapi masa-masa "bittersweet" dalam hidupmu?


Sebagian orang ada yang senang dengan melakukan hobi-hobinya, melakukan adventure, hangout bersama sahabat atau keluarga, traveling, ataupun hanya sekedar menonton DVD, pergi ke bioskop, menulis, menjelajah dunia "buku-buku fiksi maupun non fiksi", mendengarkan musik, or mungkin mendekam di kamar seharian sambil mempelajari buku "Grammar", gkgkgk. Semuanya bisa terjadi dan semuanya kegiatan yang positif menurutku, selama tidak menyakiti atau merugikan diri sendiri dan orang lain.

Menjelajah dunia buku, bagiku selalu menyenangkan. Aku suka pergi ke museum untuk melihat benda-benda antik atau pergi ke seminar, sekedar untuk menambah wawasan. Namun, belum terlalu sering aku lakukan. Masih sering menonton DVD, mendengarkan musik, dan membaca saja di rumah, well, yeaa, gadis rumahan maybe...haha. Meskipun pastinya, ada keinginan untuk melihat dunia luar yang lebih menarik, but not this time, I think..hohoho.

Semua orang memiliki caranya tersendiri untuk merasa puas dan terhibur. Bagiku, menonton film yang imajinatif, humor, dan punya pesan moral yang menarik, membaca buku-buku yang memotivasi diri, serta mendengarkan musik yang membuatku "bersemangat", sambil makan cemilan dan minum se-cangkir teh hangat atau se-gelas orange juice, that's enough, cukup untuk membuatku tersenyum hingga satu minggu😊 dan menyanyikan lalala love song setiap detiknya (umumnya harus dilakukan dengan unconnected with facebook, kalau tidak, haa jangan harap..."lupa waktu" selalu menghampiri saat sedikit saja kubuka "buku wajah" itu...hihihi)

Ada dua buku yang saat ini sedang menjadi motivator pasif ku, membaca dua buku ini serasa meloncati ruang dan waktu, ya, karena tak sadar saat aku membuka halaman pertama pada pagi hari, tiba-tiba saja adzan ashar sudah berkumandang, dan ku dapati buku itu sudah terjamah hingga halaman terakhir...

Pertama, adalah buku yang berjudul "Menikah Untuk Bahagia" karangan Noveldy. Aku sengaja membelinya online dan pre-order sebelum buku tersebut menjamur di toko buku. Keuntungan dari melakukan pre-order sebelum buku itu tayang adalah, kita bisa mendapatkan tanda tangan beserta marchendise lain dari sang penulis buku langsung. Seperti buku ini, aku mendapatkan tanda tangan asli pak Noveldy beserta Istrinya tercintah, dan juga their lovely picture together with some of motivation words, serta voucher sebesar 1 juta rupiah yang bisa kita gunakan untuk mengikuti kegiatan marriage boot camp bersama pak Noveldy. Mariage Boot Camp itu seperti seminar dan tempat kita men-upgrade diri dan pasangan agar memiliki kualitas marrige yang lebih baik. Testimoni dari beberapa orang mengatakan sangat menyenangkan dan sangat membuka diri, karena ternyata, banyak yang merasa pernikahannya baik-baik saja, namun sebenarnya "tak baik-baik".

Bagiku buku ini sangat membantu, terutama aku dan suami..kami masih pasangan muda, belum satu tahun kami menikah, dan belum banyak pengalaman asam-garamnya, so, we think, it's important for us..Buku ini sangat menginspirasi kami berdua..terutama dengan kalimat pembuka pada halaman awal buku tersebut:
Kebahagiaan Pernikahan Tidak Diantar Malaikat Di Atas Nampan Emas Ke Hadapan Anda. You Have To Fight For It (Ineke Sutedjo)
Pertama kali membaca kalimat ini, kami langsung mengangguk, dan saat membuka halaman-halaman berikutnya, kami sudah "keramas" karena banyak sekali anggukan dan ke "wow-an"nya, hahaha.
Bukaan, isinya bukan kama sutra, haa, isinya begitu banyak sekali pengetahuan dan informasi yang bermakna, tentang kualitas menjalin relationship, komunikasi, dll. Banyak orang lebih mengistimewakan pesta pernikahan dibandingkan kehidupan pernikahannya itu sendiri, dan menikah itu bukan seperti jalan-jalan ke mall, yang hanya cukup membawa dompet atau gadget saja, nop, tapi menikah itu seperti akan mendaki gunung, perbekalan tentunya tak cukup seadanya, butuh perencanaan dan bekal-bekal yang tak sedikit. Bukan hanya badget "pesta" saja, tapi sudah cukupkah "badget" ilmu untuk kehidupan selama pernikahan?

Aku dan mantan pacarku dulu, sudah pernah datang ke seminarnya Pak Noveldy sebelum menikah, dengan harapan agar kami berdua bisa lebih meyakini diri masing-masing, dan kami rasa itu perlu. Ya, sedikit menyisihkan bagdet "pesta" untuk ilmu khan nda apa-apa toh, hihihi.

Dalam buku itu, aku baru menyadari, bahwa dalam pernikahan sebaiknya tak ada kata "terima aku apa adanya dong", dan pemikiran aku selama ini ternyata salah. Dulu aku selalu beranggapan bahwa, "aku mau cari pria yang mau menerima aku apa adanya, dan aku terima dia apa adanya"..Setelah di transfer ilmu oleh pak Noveldy, aku baru sadar, jika kita benar-benar menganggap "ingin menerima pasangan apa adanya", maka artinya kita siap menerima konsekuensi untuk "tetap" menerima segala sifat buruk atau kelemahannya selama hidup pernikahan kita. Apa sanggup menghadapi si dia yang selalu pemarah, jutek, or egois all the time selama hidup pernikahan? (anggap saja kita menikah dengannya selama 60 tahun, berarti, selama 60 tahun pula kita siap untuk menerima sikap pemarahnya, cueknya, juteknya, egoisnya, dll). So, if we want a happy marriage, kita harus tahu dulu apa kebutuhan dan keinginan masing-masing pasangan. Tidak ada lagi kata "terima aku apa adanya dongs!!"..

Kata-kata itu, membuat aku berpikir, ternyata, masih banyak sekali sifatku yang sering membuat pasanganku atau mungkin orang lain tak nyaman, dan butuh waktu serta energi yang tak sedikit untuk mengkomunikasikannya. Komunikasi juga tak hanya asal bicara, tapi komunikasi membutuhkan waktu, kata-kata dan situasi yang tepat. Tiga kata kunci untuk membuat pasangan atau orang lain dapat menerima apa yang kita sampaikan adalah Nyaman, Trust, Install. Kita tak bisa memaksa seseorang untuk berubah atau mengikuti apa yang kita maksudkan, kalau dia belum merasa "nyaman" dengan kita. Yap, setelah nyaman dan dia merasa percaya, barulah kita bisa meng-install sugesti positif pada pasangan kita. Dan untuk memupuk rasa percaya itu, tidaklah mudah, karena kita membutuhkan trade record yang baik dalam kepercayaan tersebut. Betul tidak?

Aku merasa, buku ini tak hanya untuk pasangan saja, tapi pengetahuan yang ada di dalamnya juga dapat kita gunakan untuk menjalin hubungan yang lebih baik dengan siapa pun, orang tua, saudara, atau teman. Karena, ilmu yang ada di sini adalah basic dari cara berkomunikasi dengan manusia pada umumnya.

Buku ini sendiri terdiri dari Lima Bagian yang perlu diketahui dalam mencapai proses kehidupan pernikahan serta kehidupan yang bahagia, pertama adalah Tujuan (segala sesuatu berawal dari niat dan tujuan yang ingin dicapai masing-masing pasangan saat akan menikah, atau siapapun yang ingin memiliki hubungan yang baik dengan sesama manusia..dan menurutku niat itu penting, baik atau buruknya niat kita akan dipertanggungjawabkan, awalnya, niatku untuk menikah saat aku masih kuliah, bukan ingin gaya-gayaan atau karena dikejar umur, tapi lebih ke menjaga diri dan hati, ingin maju dan tumbuh bersama, dan karena orang tua sudah meridhoi. Namun, setelah membaca buku ini ternyata, kita sebaiknya memiliki tujuan yang lebih mulia dari itu ya, hehehe). Kedua, Mindset (Banyak orang yang tercerai berai karena mindsetnya yang salah, apakah kita benar-benar sudah memberikan yang terbaik?, pilih bahagia atau ego?, kamu mau bayar harganya..?, Jadi orang baik saja tidak cukup, Betulkah cekcok itu bumbu dalam pernikahan, kalau keseringan?, Mau membiarkan?, Apakah berubah itu berarti berubah menjadi orang lain?, Soulmate itu bukan ditemukan tapi diciptakan!, well itu adalah contoh cabang dari chapter Mindset dalam buku ini, lebih jelasnya, silahkan baca sendiri ya, hehehe). Ketiga, Knowledge and Skill (Bukan hanya kuliah dan kerja saja yang membutuhkan ilmu serta keterampilan, tapi menikah pun harus punya skillnya, bukan skill "malam pertama" yaa, hahaha, meskipun itu juga penting, hihihi. Karena kita menikah dengan manusia, bukan mahluk lain dan manusia itu uniikk. xixixi. Kita harus mengenali diri sendiri sebelum mengenali pasangan, we must know that wanita dan pria itu berbedaaa, betulkah cinta itu tidak penting setelah menikah, yang penting komitmen?, Jangan jadi momentum killer, jadilah yang menuntun bukan yang menuntut!. In this part, kita akan lebih banyak tahu, oow ternyata, banyak sekali yang melenceng yaa, dan bagiku aku masih harus belajar banyak tentang cara berkomunikasi, karena itu, aku mengatakan bahwa "mulut mu adalah harimau mu", karena meskipun niat nya baik tapi karena penyampaiannya yang salah dan tidak tepat, akhirnya makin merusak suasana, dan baru kusadari, aku selalu seperti itu, Oh God..). Ke empat adalah Komitmen (gimana sie membangun komitmen yang sebenarnya dengan pasangan, just chekidots yaa...), dan terakhir adalah Berserah (Saat kita sudah memaksimalkan segalanya, maka tinggal serahkan semuanya pada Allah. I just remember that, jika hukum alam itu adalah sebuah gaya gravitasi, maka hukum alamnya pernikahan atau suatu relationship adalah "gaya memberi". Give, and give, menanam dan menanam. Bukan seperti tukang dagang, not take it for grantedbut give and always give, lalu lihatlah apa yang akan terjadi...

Kurasa, ini adalah buku yang baik untuk dibaca siapa saja (red: dewasa), dan aku sangat merekomendasikannya, karena itu tadi, ilmu yang ada di dalamnya, bisa kita terapkan untuk menjalin hubungan yang baik dengan orang tua, kakek, nenek, adik, kakak, sepupu, teman, sahabat, mertua, ipar, siapapun. Jadi, jangan anti membeli dan membaca buku ini hanya karena judulnya tentang menikah, bagi ku its about a happy life with others :). Bahkan bagi mereka yang akan menikah, saya sarankan untuk membaca buku ini terlebih dulu, agar kita tahu bagaimana sie bekalnya, dan coba cek apakah versi bahagianya kamu sama dengan versi bahagianya dia..? ^^...

Picture By Me


Buku kedua, setelah Menikah Untuk Bahagia, adalah buku karangan Rangga Umara yang berjudul The Magic Of Dream Book. Buku ini sudah saya beli setahun yang lalu, dan juga online (pre-order), waktu itu saya mendapatkannya beserta tanda tangan asli mas Rangga Umara, beserta buku diary dan pulpennya, serta terdapat kupon undian yang saya lupa tak mengirimkannya, hihi. Buku ini isinya lebih memotivasi diri untuk menggapai mimpi. Banyak sekali kata-kata yang fantastis dalam buku ini, di cover bukunya saja ada tulisan:
Buatlah Rencana Hidupmu Sendiri atau Selamanya Jadi Bagian dari Rencana Hidup Orang Lain.
Setiap kita membuka halaman bukunya, kita akan disuguhkan oleh kata-kata motivasi yang membuat mata kita berbinar-binar. Memang tampilan dari buku ini sederhana, dan juga kata-kata yang disampaikan oleh mas Rangga dalam buku ini, terkesan sangat simple, apik, namun sangat familiar dalam kehidupan kita sehari-hari, sehingga akan lebih mudah untuk mencontohnya.

Banyak sekali kata-kata yang menjadi inspirasi, bahkan ayahku yang juga ikut membaca buku ini, sengaja memberikan garis merah di bawah kalimat tersebut, agar aku lebih "ngeh" akan makna kalimatnya..ku tuliskan saja ya kalimatnya yang diberi garis merah oleh ayah ku itu, hehehe...

"Jangan suka buru-buru menghakimi orang yang menyakiti kita, apalagi selalu berharap orang lain berubah, karena itu cuma akan jadi bumerang yang menyakitkan kalau kitanya ngga berusaha berubah lebih dulu"

"Rezeki itu DEKAT tapi sering terhalang oleh tabir yang tidak dapat dilihat oleh hati yang mengeluh dan kurang bersyukur. Pikiran adalah manifestasi atau perwujudan doa dan Tuhan Maha Mengabulkan setiap Doa sesuai dengan pemikiran hambanya. Yakinlah Doa kita selalu dikabulkan (kalau gitu takabur dong?, bukan..justru malah bersyukur karena yakin kalau Tuhan sayang sama kita"

"Jangan pernah larut dalam ketidaksukseskan"

"Harga diri kita tidak ditentukan oleh omongan atau perlakuan orang lain terhadap kita"

"Orang yang sukses, rata-rata mengagunggkan orangtuanya, santun, tidak membantah, dan selalu mengukir senyum di wajah mereka"

"Inti permasalahan dari setiap orang yang mulai berusaha adalah dari keluarganya, ridho keluarga (orang tua, istri, suami), juga penting.

Well, itulah dia kalimat yang menjadi "panduan" saat itu, terutama yang ayah beri garis merah, karena aku tau, ayah tidak sembarangan menggaris merah kalimat itu dalam buku yang sedang saya baca, pasti ada maksud dibalik itu, gkgkgkgk, yeaaa, I know it, that's my problem all the time, dad, thanks anyway, sudah memperhatikanku :).

Sebenarnya masih banyak kata-kata menginspirasi dalam buku ini, tapi jika ingin tahu lebih lanjut silahkan baca dan beli sendiri bukunya yaa...hehe..




Dua buku inilah yang saat ini sedang beralih profesi menjadi motivator pasif ku di waktu senggang, hehe. Aku dan mantan pacar pernah bertemu dengan mas Rangga Umara di acara buka bareng bersama motiva tweet di Bandung tahun 2011. Namun, sayang tidak sempat berfoto bersama, haha. Jadi Mas Rangga ini adalah pengusaha lele, yang restorannya bisa kita lihat di setiap pojok kota, bernama "Lele Lela". Siapa yang sudah pernah makan lele di restorannya?, lumayan enak loh, lelenya besar-besar, dan di masak dengan berbagai macam variasi, yang paling aku suka adalah lele sambal hijau, humm mantaaff pedesssnya, coba deh sekali-kali makan di sana, hihihi.

Sejauh ini, aku tak pernah merasa bosan, meskipun harus membaca bolak-balik kedua buku itu, semuanya seperti "terpampang nyata"...😁

Saat masa-masa bittersweet itu datang menyapa...aku selalu membukanya kembali dan menguatkan hati...namun, dari semua kepedihan dan kekecewaan yang ada, aku tetap yakin bahwa rencana Tuhan semuanya lebih indah dibandingkan mimpi-mimpiku sendiri. Saat aku mempecayainya, kekuatan itu muncul kembali, dan entahlah aku hanya membutuhkan waktu untuk Tuhan membuktikannya sendiri...dan ya, memang benar, selama keyakinan itu tetap ada, ternyata Tuhan menggantikan bittersweet memory dengan memori yang indah luar biasa yang bahkan tak pernah aku bayangkan sebelumnya...Thanks God...eksekusiMu sungguh luar biasa, tapi juga betapa mudahnya bagi Mu untuk menggantikan itu semua...

Well, terima kasih pada para motivator tulus sejatiku, yang selalu ada dan tak pernah kemana-mana karena selalu ada di kamarku, ahahaha, serta tentu saja Allah SWT, yang tak pernah bosan mendengar curhatanku, dan sykurku padaMu, tak akan pernah habis, juga my lovely parents, family and husband, yang selalu sayang dan memperhatikanku selama ini...thank you for all of uu guyss, semoga Allah memberikan yang lebih baik untuk kalian, aamiinn :)

Happy liburan teman, dan selamat beristirahat yaaa...
Love

--Ghieks--

Comments

untuk mengembalikan lagi semangat tidak ada salahnya lagi membukanya lagi kok :) happy weekend ya
Ghiee said…
Iya..makasih..sama-sama mama calvin :) happy weekend...