Skip to main content

What to Expect When You're Expecting Review


Sudah tiga kali menonton film ini, dan rasanya ingin menuliskan kesan yang aku dapat dalam ceritanya. Film ini mengkisahkan beberapa pasangan yang diantaranya mengharapkan untuk mendapatkan anak, namun dalam perjalanannya, apa yang diharapkan terkadang tak semudah apa yang terjadi dalam kenyataan.

Dari film ini, aku bisa melihat bagaimana perjalanan kehidupan selama hamil, sedikitnya dapat berpengaruh pada saat membawa lahir anak tersebut ke dunia. Sebut saja ada tiga pasangan yang sedang menanti kelahiran anak pertamanya.


Pasangan yang pertama adalah Jules dan Evan, mereka selebriti dalam dunia tari (dance). Saat mengetahui Jules ternyata hamil, beberapa konflik kecil mulai terjadi, komitmen mereka (karena mereka belum menikah), kelanjutan karier sebagai penari, hingga perdebatan antara menyunat anak mereka atau tidak setelah lahir, karena perbedaan kepercayaan (setelah hasil USG menyatakan anak mereka laki-laki). Selama hamil, Jules tetap berkarir sebagai pelatih senam, dan termasuk wanita yang sangat aktif, karena sebelumnya mereka sama sekali tidak terpikirkan untuk memiliki anak.


Pasangan yang kedua, seorang ayah yang kaya, menikah dengan seorang wanita muda bernama Skyler, dan mereka juga sedang menunggu kelahiran anaknya yang diperkirakan kembar. Sang ayah ini juga telah memiliki anak, seorang dokter gigi, Gary. Ia dan anaknya selalu berhadapan dengan situasi dimana mereka seolah-olah rivalry atau bersaing satu sama lain. Namun Skyler, dengan mendapatkan kehidupan yang berkelimpahan dari suaminya, ia tak pernah merasa stres sedikitpun, bahkan ia dapat menjalankan kehidupan kehamilannya dengan begitu cantik, mulus, bahagia, dan menyenangkan. Meskipun ia pernah mengingatkan suaminya untuk tidak "usil" pada anaknya, Gary.

Pasangan yang ketiga, Gary dan Wendy. Wendy adalah seorang penasehat kesehatan ibu dan sudah membuat satu buku tentang menyusui. Mereka telah menantikan kehadiran anak mereka selama dua tahun, sedangkan ayah mertuanya dan Skyler hanya cukup menanti dua bulan untuk bisa hamil. Wendy melihat, ibu mertua mudanya dengan penuh keterpesonaan yang cukup membuatnya iri. Di saat ia harus bergelut dengan hormon-hormon kehamilan yang membuatnya kepayahan, ia bahkan tak melihat satu sendi pun dalam diri Skyler kedutan-kedutan kehamilan yang menyakitkan itu. Wajar saja jika ia cemburu. Belum lagi Gary yang selalu merasa tersaingi oleh ayahnya sendiri, dan ayahnya selalu sengaja membuat anaknya merasa seperti itu, meskipun ia sesungguhnya menyayangi Gary.

Saat hari H tiba, aku melihat ada perbedaan yang signifikan diantara proses kelahiran mereka. Jules dan Evan, pasangan selebriti yang sama-sama aktif dan selalu perfect, akhirnya bisa melewati proses tersebut dengan lancar, meskipun, saat melahirkan,Jules terlihat sangat kesakitan dan hampir menyerah, namun akhirnya sang bayi pun lahir dengan selamat, dan ternyata bayinya perempuan bukan laki-laki. Mereka cukup surprise, karena mereka menyangka bayinya laki-laki, padahal selama ini mereka selalu berdebat tentang sunat menyunat, hahaha.

Gary dan Wendy, pasangan yang sering merasa terintimidasi oleh orang tuanya ini, adalah yang paling "rempong" diantara ketiganya. Saat detik-detik melahirkan, Wendy yang sudah berencana akan melahirkan normal dan tidak mau mendapatkan suntikan (induksi, epidural, dll) apapun, ternyata menyerah juga. Wendy merasakan kesakitan yang luar biasa, namun karena ceritanya bergenre komedi, tetep ingin tertawa saat melihat adegan Wendy melahirkan ini. Akhirnya Wendy harus di caesar, dan saat bayi laki-lakinya berhasil dikeluarkan oleh dokter, Wendy tak sadar untuk beberapa saat dan harus mendapatkan intervensi. Gary yang terlihat khawatir dan cemas menunggu kondisi Wendy, akhirnya bertemu momen yang tepat dengan ayahnya untuk saling "menunjukkan" hatinya masing-masing.

Sang ayah dan istri mudanya Skyler, nampak sangat easy going dan sangat santai. Skyler terlihat sangat siap untuk melahirkan di atas ball pregnancynya. Skyler masih dapat tersenyum saat melahirkan dan tidak merasa sakit sedikitpun, bahkan dengan satu kali "bersin", sang bayi keluar, hahaha, lucu sekali melihat adegan ini. Mereka tersenyum bahagia saat melihat anak kembar perempuan pertamanya lahir dengan selamat.

Di film ini, nampak secara implisit--karena bergenre komedi dan penuh tawa---pesan yang ingin disampaikan bahwa:
  • Dalam perjalanan hidup, apa yang kita harapkan sebelumnya, belum tentu sesuai dengan kenyataannya. Namun, apapun yang terjadi, kita selalu bisa menemukan jalan yang lebih baik.
  • Kondisi psikologis sang ibu maupun orang tua saat kehamilan, sedikitnya dapat berpengaruh terhadap proses persalinan. Sebisa mungkin, jalankan kehamilan dengan bahagia dan senang hati seperti Skyler, meskipun tak secantik dan sekaya Skyler.
  • Support dari keluarga dan orang terdekat, terutama saat hamil, sangat penting...!!
Itulah dia, pesan yang mungkin ingin disampaikan melalui film ini, sebenarnya masih ada kisah dua pasangan lainnya yang tiak saya ceritakan di sini, kalian bisa melihatnya sendiri ya. Hanya saja, saya baru menyadari dan setelah mengalami sendiri, seperti apa rasanya "hamil", dulu mungkin tidak pernah "ngeh" kalau ada saudara atau teman yang sedang hamil, mungkin saya akan cuek-cuek saja, atau bahkan terkesan tak peduli. Namun, setelah merasakan dan melihat semuanya, betapa
dukungan, perhatian, dan simpati dari orang-orang terdekat, keluarga, maupun sahabat saat seseorang hamil, meskipun bagi orang lain itu hal yang tidak penting, tapi bagi ibu dan sang bayi dalam perut, akan selalu berkesan selamanya...!! :)

Yah, nanti juga akan merasakan sendiri bagaimana rasanya hamil dan tidak ada yang pernah menanyakan itu, sesuatu sekali, sekuat apapun mental kita, saat hamil pasti akan berbeda...dan tipsnya bagi mereka yang sedang hamil dan merasa sendiri atau mau tidak mau harus menghadapi keluarga yang ngga peduli, cuek, dan kurang mendukung, saran saya, just ignore them, its not about them, but its about you and your baby, its your time, usahakan tetap ceria dan jalankan ini semua dengan semangat, senyum dan bahagia selalu..meskipun kau tetap sendiri...berdoalah pada Tuhan agar kau selalu diberi kekuatan, dan bayimu lahir selamat dan sehat. :) aaamiiiin....


Semangaathhs yaaa,,,

With Love

----Ghie---

Comments

Allhamdulillah sudah merasakan 2 kali
Ghiee said…
gimana mama cal vin pengalamannya waktu hamil..? kalau ngga ada siapa-siapa di sekitar alias hamil sendirian itu ternyata ngga enak yaaa...hiikss...