Skip to main content

SALAH SANGKA

12096346_10153260627619372_7126879558328978458_n
from mindbodygreen.com

Semenjak hijrah ke kota lain, beberapa pertanyaan hingga komentar seperti, “sampai kapan kerja di sana, kenapa kerja di sana, suami dan anak bagaimana, LDR an lagi dong, mau selamanya di sana, emang betah, anak nanti sekolah dimana, dll” , pasti akan selalu sampai di telinga. Sebenarnya tidak ada yang salah dengan pertanyaannya, hanya saja kesannya seperti “ingin tahu banget” tentang pilihan orang lain.
Tentunya, saya punya alasan kenapa memilih bekerja di kota ini, dan pastinya sudah mengkomunikasikan sebelumnya dengan suami. Jika saya tak diizinkan, sejak awal juga saya pasti sudah mundur. Malah, suami yang awalnya merekomendasikan untuk memilih tes di sana . Alasannya karena Satu, Kota ini cukup dekat dengan Jakarta (30 menit dengan pesawat, dan 6 jam dengan kapal laut :D), Kedua, banyak saudara kami yang juga tinggal di sana :D. Suami membolehkan saya untuk bekerja, karena dia cukup tahu bagaimana diri saya :D. Tapi, alasan utamanya sie, menurutnya supaya saya bisa terus mengembangkan diri dan belajar. Dia katakan bahwa lakukan saja apa yang membuatmu merasa lebih bahagia, karena kebahagiaanmu juga adalah kebahagiaanku dan anak kita :D. Lakukan sesuatu yang bisa kamu lakukan, agar bisa memberikan manfaat sekecil apapun itu. Thank you dear, I can't say anything about it, selain bersyukur dan bersyukur.
Saya memahami tanggung jawab dan peran saya sebagai istri dan ibu yang tak bisa dilepaskan begitu saja, hanya karena suami mengizinkan saya bekerja. Saya akan pegang terus kepercayaan dan dukungan penuhnya untuk melanjutkan mimpi-mimpi yang belum tercapai, dan tetap menjalankan peran saya sebagai istri dan juga ibu.
Impian apapun yang hadir dari dalam diri kami masing-masing, maka itu akan menjadi impian dan harapan bersama. Yang paling penting adalah bagaimana kita bisa menghubungkan atau membuat garis lurus dari dua titik yang berbeda. Dua passion yang mungkin jauh berbeda, namun tetap bisa berada dalam satu garis misi dan visi yang sama. Itulah sejatinya fungsi pernikahan bukan…komitmen…
Semua "action" yang telah, sedang, maupun akan dilakukan tentunya bukan lahir dari keputusan yang gegabah atau semaunya sendiri. Kami punya tujuan dan prioritas. Namun kami tak harus menjelaskannya pada setiap orang yang bertanya bukan.
Seringkali kita membuat premis-premis, ataupun prasangka-prasangka mengenai kehidupan orang lain yang belum tentu benar. Seolah-olah kita lebih tahu, dan “tahu benar” tentang hidup orang tersebut. Padahal, semua orang memiliki proses kehidupannya sendiri, yang tak bisa kita samakan dengan proses kehidupan orang lain.
Soften our heart so we can feel and understand the pain of others, and stop thinking of what other think about our life, and just focus on what we can do for our life. (anonymous)
Don’t ever be afraid to take risk. For they make live worth living….
Hanya sekedar mengingatkan diri sendiri, bahwa jangan takut dan jangan menyerah. Jangan takut untuk mengambil resiko atau menghadapi suatu perubahan, karena dari sanalah kita "tumbuh dan belajar"....

Ghie Fitria
Bandung, 18 Oktober 2015

Comments